batampos- Pasar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) II Dreamland Batam di Marina semakin sepi. Lapak dan kios jualan sudah banyak yang kosong karena ditinggalkan pedagang. Pedagang tak bisa bertahan sekalipun bebas biaya sewa karena dagangan mereka tak laku.

Indri, seorang pedagang menuturkan pasar ini hanya ramai diawal peresmian saja. Saat awal diresmikan hampir semua lapak dan kios sudah terisi. Barang dagangan pun tersedia dengan lengkap dengan harga yang dikendalikan oleh Disperindag kota Batam. Namun itu tak bertahan lama karena sepi pengunjung. Pedagang mulanya hanya mengeluh dan berharap agar ada terobosan dari Pemko untuk meramaikan pasar tersebut namun itu jauh dari harapan. Belakangan pedagang mulai menyerah dan meninggalkan lokasi pasar tersebut.
BACA JUGA: Masyarakat Nantikan Operasi Pasar Murah Minyak Goreng
“Yang bertahan ini memang tak punya lagi lapak di tempat lain dan warga di sini. Yang bisa dapat lapak di luar pasti pindah karena memang tak ada pengunjung sama sekali. Kami yang bertahan ini paling untuk langganan ibu-ibu di tempat tinggal kami saja,” ujar wanita yang menjual sayuran dan bumbu dapur tersebut.
Jhoni, pedagang lainnya menuturkan, penyebab matinya pasar TPID II adalah pasar kaget yang tumbuh subur di sekitar lokasi pasar TPID II. Pasar kaget menghalangi warga untuk berbelanja ke lokasi pasar TPID. “Pagi sore pasar kaget buka terus, gimana orang mau ke sini. Pasar kaget buka dekat perumahan dan pintu keluar masuk warga,” ujar Jhoni.
Situasi ini disayangkan pedagang di sini. Pemko mengucurkan anggaran yang cukup besar untuk pasar tersebut namun tak berjalan efektif. “Kalau dilihat dari harganya seharusnya pasar ini hidup karena dikendalikan dari Pemko. Kadang selisih sampai Rp 2 ribu (lebih murah) dari pasar lain. Di dalam pasar juga ada alat timbang ulang (sebagai alat untuk tertib ukur) untuk menghindari kecurangan pedagang. Banyak keunggulan pasar ini cuman itu tadi kondisinya yang tak memungkinkan,” kata Indri. (*)
Reporter: Eusebius Sara



