
batampos– Apindo Batam memastikan pasokan gas alam untuk industri di Batam sudah kembali normal. Hal ini disampaikan Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, menanggapi klaim Perusahaan Gas Negara (PGN) yang menyebut distribusi gas di Jawa dan Sumatera telah stabil.
“Untuk gas sepertinya tidak ada masalah. Kemarin sempat ada surat dari PGN soal pasokan yang terganggu. Tapi hari ini sudah normal kembali,” katanya, Selasa (19/8).
Meski distribusi gas sudah pulih, persoalan harga masih menjadi keluhan utama pengusaha. Menurut dia, harga gas industri di Batam saat ini masih cukup tinggi, berada di kisaran 13 hingga 16,5 dolar AS per MMBTU.
Ia menilai harga tersebut semestinya masih bisa ditekan agar tidak terlalu membebani sektor industri, terutama manufaktur yang mengandalkan pasokan energi gas untuk pembangkit.
“Harusnya masih bisa ditekan,” ujar Rafki.
Ia menjelaskan, kunci untuk menekan harga gas terletak pada ketersediaan pasokan. Semakin lancar distribusi gas, menurutnya, semakin besar peluang untuk menurunkan harga jual ke industri.
Ia mengingatkan pemerintah agar menepati janji mengalirkan gas dari Natuna ke Batam dan sejumlah daerah lain di Sumatera. Realisasi kebijakan tersebut sangat ditunggu pelaku usaha karena diyakini mampu menstabilkan pasokan sekaligus meringankan biaya energi.
“Kalau pasokan gasnya sudah lancar, tentu harga jualnya ke industri bisa ditekan,” katanya. (*)
Reporter: Arjuna



