
batampos – Sejumlah harga komoditas di pasaran Batam mulai naik. Termasuk harga buah tomat yang turut meroker hingga Rp 22 ribu per kg.
Kenaikan harga tomat, diduga karena curah hujan yang tinggi di daerah penghasil. Sehingga menyebabkan banyak petani yang gagal panen.
Harga tomat hingga Rp 22 ribu, merupakan harga tertinggi selama ini. Dimana biasanya harga buah tomat dijual paling mahal Rp 15 ribu per kgnya.
Baca Juga: Batam Berpeluang Hujan Deras Disertai Angin Kencang pada Dini Hari hingga Jelang Pagi
“Harga tomat mahal banget, sudah Rp 22 ribu per kg. Kaget juga dengar harganya sampai segitu,” ujar Meri, salah satu warga usai berbelanja di pasar Botania Batamcenter.
Menurutnya, tak hanya harga tomat, harga cabai keriting juga sudah mulai naik, dari Rp 50 ribu per kg, saat ini sudah diangka Rp 60 ribu per kg. Sedangkan untuk cabai setan sudah mencapai angka Rp 80 ribu per kg.
“Cabai juga terus naik, perasaan harganya naik tiap minggu. Cabai setan minggu lalu masih Rp 70 ribu per kg, sekarang sudah Rp 80 ribu,” terangnya.
Baca Juga: Pembahasan UMK Mengacu Permenaker 18
Asril, salah satu pedagang mengaku kalau harga tomat tertinggi dibandingkan sebelumnya. Bahkan, banyak pelanggannya sampai kaget dengan harga tomat yang naik drastis.
“Ya memang tinggi, naik dratis. Katanya karena musim hujan tambah pupuk mahal,” imbuhnya.
Ia juga mengakui harga cabai juga hampir tiap Minggu naik. Kenaikan pun hampir 20 persen dibanding harga sebelumnya.
Baca Juga: UMK Batam Dibahas Minggu Depan
“Harga cabai naik juga, paling mahal cabai setan,” Ujarnya.
Sementara, Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau belum bisa dikonfirmasi terkait kenaikan harga tomat dan cabai.(*)
Reporter: Yashinta



