
batampos – Menjelang Natal dan Tahun Baru, harga telur ayam buras di pasaran terus merangkak naik hingga mencapai Rp56 ribu per papan isi 30 butir. Kenaikan ini diduga akibat meningkatnya permintaan menjelang libur akhir tahun.
Di beberapa swalayan di kawasan Batam Center, harga telur ayam buras tercatat naik dari Rp51 ribu menjadi Rp55 ribu per papan. Sementara itu, untuk kemasan isi 10 butir dijual dengan harga Rp18.500 hingga Rp19.000.
“Ya, ada kenaikan harga telur sejak beberapa hari lalu,” kata Nita, karyawan salah satu swalayan di Batam Kota, Senin (9/12).
Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Botania 1, di mana harga telur ayam buras meningkat dari Rp52 ribu menjadi Rp54 ribu per papan. “Sejak Sabtu kemarin, harga telur sudah naik,” ujar Andi, pedagang telur di pasar tersebut.
Andi mengaku, kenaikan harga telur sempat menuai protes dari beberapa pelanggan. Namun, ia menjelaskan bahwa pedagang hanya mengikuti harga yang diberikan oleh pemasok.
“Kami hanya mengikuti harga dari pemasok. Kalau harga modal naik, otomatis harga di pasar juga ikut naik,” imbuhnya.
Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Batam, Aryanto, membenarkan adanya kenaikan harga telur. Saat ini, harga per ikat yang berisi lima papan naik dari Rp260 ribu menjadi Rp270 ribu.
“Memang ada sedikit kenaikan harga telur, tetapi tidak terlalu signifikan,” ujarnya.
Aryanto juga menjelaskan bahwa kenaikan harga telur ayam buras kali ini tidak setinggi tahun lalu. Namun, ia tidak menampik kemungkinan adanya lonjakan harga mendekati Natal dan Tahun Baru.
“Harga pasar mengikuti permintaan. Ketika permintaan tinggi di daerah penghasil, otomatis ada kenaikan. Namun, saya yakin kenaikannya tidak setinggi tahun lalu,” tutup Aryanto. (*)
Reporter : Yashinta



