
batampos – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam kembali menurunkan tim untuk menera ulang timbangan pedagang di Pasar Toss 3000, Jodoh, Kamis (28/4/2022).
Mirisnya, kegiatan tera ulang itu masih banyak mendapat penolakan dari para pedagang. Saat dilakukan pengecekan, terdapat beberapa timbangan para pedagang yang tak sesuai dan mereka akhirnya tak berkutik.
Mereka pun pasrah dan menyerahkan timbangan untuk ditera ulang. Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, pengawasaan timbangan pedagang untuk ditera ulang adalah kegiatan maraton untuk menjamin hak konsumen.
Dimana, sebagian timbangan para pedagang di Toss 3000 sudah ditera ulang.
”Jadi kami turun untuk kembali mengawasi dan melanjutkan tera ulang timbangan. Tera ulang ini dilakukan setiap tahun, dan sebagian timbangan pedagang sudah ditera ulang,” ujar Gustian di tengah keramaian Pasar Tos 3000 Jodoh.
Kegiatan itu ternyata masih banyak mendapat penolakan dari para pedagang. Bahkan, ada yang sampai menghardik dan melempar barang jualan mereka kepada petugas.
Meski begitu, petugas tetap tak menyerah dan mengendukasi pedagang agar mau melakukan tera ulang.
”Itulah risiko kami, suka tak suka harus kami lanjutkan demi kenyamanan masyarakat berbelanja di pasar ini. Apalagi, sudah banyak keluhan masyarakat terkait timbangan curang,” ungkap Gustian.
Menurut dia, kejujuran dalam berjualan itu tergantung dari pedagang. Jika mereka mau mendapatkan untung yang berkah, pastinya akan jujur dalam berjualan.
Tera ulang dilakukan untuk menimimalisir kecurangan, karena timbangan mereka telah tersegel dan diberi batu.
”Selama ini pedagang yang tak jujur menikmati satu atau dua ons dari belanjaan orang, sampai dimana sih cara itu bisa membuat nyaman,” ungkap Gustian.
Untuk saat ini, lanjut Gustian, pihaknya masih memakai cara baik dengan mengedukasi pedagang. Namun, jika hal ini terus berlanjut, tak menutup kemungkinan akan menggandeng pihak keamanan untuk memberi efek jera kepada para pedagang.
”Yang menolak ditera ulang itu patut dicurigai. Sampai saat ini kami masih meminta dengan cara baik, sebab tak menutup kemungkinan ada tindakan tegas bagi yang ketahuan curang,” tegas Gustian.
Selain melakukan tera ulang, pihaknya juga memantau kenaikan harga-harga komoditas jelang Lebaran.
Ia memastikan, sampai kemarin harga seluruh komoditas bahan pangan masih aman, bahkan banyak yang mengalami penurunan seperti harga cabai dan sayur.
”Alhamdulillah, harga-harga bisa dikatakan normal, bahkan turun. Patokan dasar harga di pasar itu yang dari Pasar Tos 3000 ini,” jelas Gustian.
Ia juga memastikan hargaharga komoditas tak akan melonjak drastis saat Lebaran nanti. Sebab, untuk stok dari distributor aman.
”Jika ada, kenaikan harga itu kemungkinan besar permainan pedagang. Karena distributor sudah menjamin harga kebutuhan aman,” imbuhnya.
Dalam sidak itu, Disperindag juga menggandeng BPOM Kepri untuk memantau bahan pokok yang expired atau kedaluwarsa.
”Alhamdulillah, kami belum menemukan bahan pokok yang kedaluwarsa,” ujar Gustian.
Amir, salah satu pedagang sayur tak membantah adanya rekan pedagang di pasar tersebut curang. Hal itu tentunya mencoreng nama baik pedagang di pasar tersebut.
”Yang melakukan beberapa orang, tapi yang kena dampak semuanya. Padahal kami sudah berusaha berjualan jujur, timbangan kami juga sudah ditera ulang,” jelas Amir.
Karena itu, ia berharap pengawasaan dari Disperindag bisa dilakukan lebih sering. Sehingga, pedagang tak berani lagi curang.
”Ya kalau bisa lebih sering ke pasar dan beri tindakan tegas bagi mereka yang curang,” harap Amir.(*)
Reporter: Yashinta



