
batampos – Pelebaran Jalan Hang Jebat yang direncanakan pemerintah, belum ada juga tanda-tanda pengerjaan setelah beberapa bulan. Padahal, pohon-pohon yang berada dalam peta pembangunan jalan sudah ditebangi. Begitu juga dengan pedagang-pedagang yang terdampak pelebaran jalan sudah direlokasi.
“Saya dengar baru dibangun tahun 2023,” kata salah seorang warga Batubesar yang ditemui Batam Pos, Dicky Sigit, Senin (15/8).
Ia mengaku sangat menyambut baik pelebaran jalan ini. Sebab, dapat mengurai kemacetan yang selama ini terjadi di Jalan Hang Kesturi. “Biasanya agak padat dan macet itu, pagi dan sore hari,” ujarnya.
Pelebaran jalan ini, kata Dicky, sangat diharapkan oleh masyarakat Batubesar. Karena akan meningkatkan akses dan mengurangi kemacetan. “Pembangunan rumah di kawasan ini begitu pesat, tentunya saat ini membutuhkan jalan yang lebar,” ucapnya.
Apalagi, kata Dicky, kawasan Nongsa masuk dalam salah satu destinasi wisata. Sehingga, setiap hari libur, daerah Sambau Nongsa dipadati warga Batam dan wisatawan. “Sangat perlulah, pelebaran jalan ini,” tuturnya.
Pelebaran jalan ini tidak hanya diharapkan oleh Dicky saja. Tapi, juga oleh warga Batubesar lainnya, Putra. Ia mengatakan hal yang senada dengan Dicky. “Sangat perlu, untuk kelancaran akses untuk masyarakat sekitar sini dan ke kawasan pariwisata,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ariwinata menyebutkan Kawasan Sambau, adalah daerah yang strategis dan perlu perhatian khusus. Destinasi wisata di Kawasan Sambau, masuk dalam rencana induk pariwisata nasional.
“Sehingga membutuhkan amenitas (sarana pendukung yang baik),” kata Ardiwinata.
Selain itu, di kawasan itu memiliki Kawasan Ekonomi Khusus bagian digital. Sehingga, perluasan jalan di kawasan ini dirasa sangat perlu.
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Aristuty Sirait mengatakan pembangunan jalan baru dikerjakan awal 2023. “Jalan yang dilebarkan sepanjang 5 kilometer,” kata Aristuty. (*)
Reporter : FISKA JUANDA



