
batampos – Dampak relaksasi pajak yang digelar Pemerintah Kota Batam mulai memberikan tren positif terhadap pendapatan daerah di paruh kedua tahun ini. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Batam menargetkan Rp 60 miliar dari program diskon pajak yang berlangsung sampai akhir Agustus mendatang.
Kepala Bapenda Batam, Raja Azmansyah mengatakan hingga saat ini total manfaat yang didapatkan dari program relaksasi pajak sebesar Rp 4,7 miliar. Hasil ini berdasarkan capaian selama pekan pertama digelarnya diskon pajak.
“Total diskon yang kami berikan nilainya mencapai 873 juta dari total pembayaran Rp 5,5 miliar lebih. Sehingga pendapatan bersih dari relaksasi di pekan pertama nilainya mencapai Rp 4,7 miliar.
Ia menjelaskan meningkatnya sektor wisata turut memberikan dampak luar biasa terhadap pembayaran seperti pajak hotel, restoran, dan lainnya. Bentuk relaksasi ini diharapkan bisa menjadi stimulus bagi menggerakkan capaian target pendapatan daerah.
Dari data sementara, wajib pajak di wilayah Batuaji menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp 1,5 miliar, disusul Batamkota dengan nilai Rp 1,4 miliar. Ia menambahkan beberapa wajib pajak yang menunggak juga dijadwalkan dan sudah dikonfirmasi ingin membayar kewajiban mereka.
“Kami bersyukur program ini mendapatkan respon yang sangat baik dari wajib pajak. Kami berharap hingga tiga pekan ke depan nilai dari pemanfaatan program ini lebih maksimal,” jelasnya.
Azman menyebutkan perbaikan ekonomi turut mendorong tingkat kepatuhan masyarakat untuk membayar tunggakan mereka. Ia berharap target Rp 1,2 triliun dari pajak bisa dicapai hingga akhir tahun ini. Berbagai upaya dilakukan agar minat masyarakat untuk membayar pajak terus meningkat setiap tahunnya.
Salah satunya melalui program diskon pajak, penghapusan denda, hingga upaya jemput bola yang dilakukan Bapenda. Azman mengharapkan adanya pergerakan positif di sektor pendukung pariwisata juga memberikan dampak yang banyak terhadap pendapatan daerah.
Dua program pajak yang digulirkan tahun ini yaitu roadshow PBB-P2, dan relaksasi pajak cukup memberikan hasil yang signifikan, jika dibandingkan dengan tahun 2021 lalu. Peran serta wajib pajak dalam mendukung pemerintah untuk mengembangkan pembangunan sangat diharapkan. Salah satunya dengan kepatuhan membayar pajak.
“Mereka yang terdampak dua tahun belakangan mulai membaik kondisinya. Dan pastinya mereka juga bisa membayar kewajiban mereka kepada daerah,” tutupnya. (*)
Reporter : YULITAVIA



