
batampos – Aktivitas di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur, Batam, mulai dipadati kendaraan menjelang arus mudik Lebaran. Pada Jumat (13/3), puluhan truk dan mobil tampak mengantre di area dermaga, terutama saat kedatangan kapal Wira Loewisa yang melayani rute Batam–Buton.
Kendaraan yang hendak menyeberang terlihat mengular menunggu giliran naik kapal. Meski demikian, lonjakan penumpang disebut belum terlalu signifikan dan diperkirakan baru akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Anggota Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin, mengatakan pihaknya menerima sejumlah keluhan dari masyarakat terkait pembelian tiket kapal secara online. Salah satunya terkait harga tiket yang disebut melonjak tinggi.
Menurut Wahyu, setelah ditelusuri, sebagian keluhan tersebut diduga berasal dari situs penjualan tiket tidak resmi yang menyerupai laman resmi operator.
“Ada kemungkinan situs tersebut dibuat oleh pihak tidak bertanggung jawab atau hacker. Sistemnya berbeda dengan yang ada di sistem resmi. Akibatnya harga tiket berbeda dan ada masyarakat yang sudah membeli tiket, tetapi saat datang ke pelabuhan ternyata tidak bisa digunakan,” ujarnya.
Baca Juga: Warga Geram Tukar Uang Sulit Bukan Main, BI Kepri Lakukan Evaluasi
Ia menyebut, sejumlah calon penumpang bahkan harus kembali pulang karena tiket yang mereka beli tidak terdaftar di sistem resmi. Selain itu, praktik percaloan juga sempat memanfaatkan situasi meningkatnya permintaan tiket.
“Kasihan masyarakat, mereka sudah beli tiket tetapi tidak bisa dipakai. Ini harus diantisipasi oleh pemerintah. Operator juga perlu lebih gencar mensosialisasikan situs resmi penjualan tiket agar masyarakat tidak tertipu,” katanya.
Wahyu menambahkan, saat ini kondisi di lapangan mulai berangsur normal. Ia bahkan sempat berbincang dengan salah satu penumpang yang membeli tiket secara online setelah tiba di pelabuhan dan langsung bisa berangkat pada hari yang sama.
Meski demikian, ia mengakui bahwa untuk beberapa rute tertentu tiket memang sudah habis terjual melalui sistem daring. Salah satunya untuk rute Batam menuju Kuala Tungkal yang disebut telah penuh hingga beberapa hari ke depan.
“Informasinya tiket ke Kuala Tungkal sudah penuh sampai lima hari ke depan. Mudah-mudahan jika ada pembatalan, kuotanya bisa kembali dibuka,” jelasnya.
Ia juga mendorong pemerintah agar sistem penjualan tiket kapal dapat terintegrasi dengan agen perjalanan daring seperti Traveloka atau Tiket.com agar masyarakat lebih mudah mengakses dan meminimalkan penipuan.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kepri lainnya, Rudy Chua, mengingatkan bahwa selain kelancaran arus penumpang, distribusi barang juga harus tetap menjadi perhatian selama masa mudik.
“Selain arus manusia, arus barang juga harus dijaga. Jangan sampai kepadatan kendaraan pemudik menghambat distribusi sembako sehingga menimbulkan kelangkaan,” ujarnya.
Menurut Rudy, hingga saat ini kondisi di pelabuhan masih relatif terkendali karena arus mudik baru mulai berlangsung. Ia memperkirakan puncak kepadatan akan terjadi pada akhir pekan, mengingat sebagian masyarakat masih bekerja dan bersekolah pada hari Jumat.
“Besok kemungkinan mulai terjadi penumpukan karena sudah akhir pekan. Hari ini masih banyak yang bekerja atau sekolah,” katanya.
Baca Juga: Belum Terima THR? Laporkan ke Posko Disnaker di Batamindo
Sementara itu, General Manager ASDP Batam, Reno Yulianto, mengatakan operasional kapal penyeberangan saat ini masih berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan oleh regulator.
Ia menjelaskan, dari total 14 armada yang dimiliki, delapan kapal saat ini beroperasi di lintasan Batam. Sedangkan kapal lainnya ditempatkan di beberapa wilayah lain.
“Kalau untuk penambahan kapal, operator menunggu permintaan dari pemerintah atau regulator. Biasanya jika kapasitas sudah penuh, regulator akan bersurat untuk penambahan armada,” jelasnya.
Reno menambahkan, berdasarkan data produksi tiga tahun terakhir, peningkatan volume penumpang di lintasan Telaga Punggur rata-rata berada di kisaran 15 persen.
“Untuk tahun ini kami masih melihat perkembangan datanya karena arus mudik masih berjalan,” katanya.
Pihak ASDP memastikan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang puncak arus mudik Lebaran.(*)



