Senin, 26 Januari 2026

Pelaku Usaha Malaysia Bidik Manufaktur Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Batam, Yusfa Hendri menerima kunjungan delegasi Dewan Pemasaran dan Perdagangan Malaysia Antar Bangsa.

batampos – Minat pelaku usaha Malaysia terhadap sejumlah sektor unggulan di Batam kembali menguat. Pemerintah Kota (Pemko) Batam menerima kunjungan delegasi Dewan Pemasaran dan Perdagangan Malaysia Antar Bangsa (Malaysia International Marketing and Trade Council/MIMTC) di Ruang Rapat Embung Fatimah, Kantor Wali Kota Batam, Rabu (21/1).

Mewakili Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Batam, Yusfa Hendri, menyambut langsung rombongan yang dipimpin Zuber Bin Hj Bakri. Dalam pertemuan tersebut, delegasi Malaysia menyampaikan ketertarikan terhadap sektor industri manufaktur, perdagangan komoditas unggulan, serta jasa pendukung industri yang berkembang pesat di Batam.

“Pertemuan ini merupakan langkah awal yang sangat positif. Pemerintah Kota Batam membuka ruang seluas-luasnya bagi kolaborasi perdagangan yang saling menguntungkan. Kami berkomitmen memberikan kemudahan bagi pelaku usaha Malaysia yang ingin mengeksplorasi potensi pasar di Batam,” kata Yusfa.

Baca Juga: Batam–Selangor Tukar Pengalaman Tata Kelola, Bahas Perizinan hingga Sampah

Zuber Bin Hj Bakri menyebut Batam sebagai pintu masuk strategis untuk memperluas jaringan pemasaran produk dan jasa Malaysia di Indonesia. Kedekatan geografis, konektivitas pelabuhan, serta status kawasan perdagangan bebas dinilai menjadi faktor penarik utama.

“Batam memiliki posisi yang sangat strategis. Kami melihat peluang kerja sama yang dapat meningkatkan volume perdagangan kedua pihak,” katanya.

Sejumlah Kepala OPD di lingkup Pemko Batam pun memaparkan potensi daerah, mulai dari industri pengolahan, logistik, hingga pengembangan sektor jasa. Diskusi juga menyinggung upaya penyederhanaan rantai pasok antarwilayah untuk menekan biaya distribusi dan meningkatkan efisiensi perdagangan.

Namun, ketertarikan investor dan pelaku usaha Malaysia ini juga memunculkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap pelaku industri lokal. Masuknya produk dan jaringan distribusi baru berpotensi memperketat persaingan, terutama bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang belum sepenuhnya terintegrasi dengan rantai pasok industri besar.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Kunjungan Wisman ke Batam Meningkat

Di sisi lain, kolaborasi ini dapat membuka peluang kemitraan dan alih pasar bagi pelaku usaha Batam jika dirancang dengan skema yang inklusif. Integrasi perdagangan lintas batas berpotensi memperluas akses ekspor produk Batam ke Malaysia, sekaligus memperkuat jejaring industri di kawasan Selat Malaka.

Penguatan kerja sama juga menuntut kepastian regulasi dan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah daerah dan otoritas kawasan. Tanpa kepastian perizinan, kemudahan logistik, dan perlindungan bagi pelaku usaha lokal, peluang perdagangan bilateral dikhawatirkan tidak optimal atau bahkan timpang. (*)

ReporterArjuna

Update