
batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) tengah mematangkan persiapan program pelatihan kerja dan bimbingan teknis (Bimtek) sertifikasi untuk tahun 2026, seiring tingginya kebutuhan industri dan besarnya jumlah pencari kerja (pencaker) di Kota Batam.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam, Yudi Suprapto, mengatakan seluruh program ketenagakerjaan tahun 2026 saat ini masih dalam tahap persiapan, baik dari sisi perencanaan anggaran, pemetaan kebutuhan industri, hingga skema pelaksanaan kegiatan.
“Untuk tahun 2026 masih dalam proses persiapan,” kata Yudi, saat dikonfirmasi.
Menurut Yudi, pelatihan kerja ke depan akan diarahkan semakin berbasis demand sektor industri, sehingga lulusan pelatihan tidak hanya memiliki keterampilan dasar, tetapi juga kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri. Pemko Batam menilai pelatihan idealnya digelar lebih sering dan lebih intensif agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya pencari kerja lokal.
Sebagai gambaran, pada tahun 2025 lalu, Disnaker Kota Batam telah menyelenggarakan pelatihan dan bimbingan teknis (Bimtek) sertifikasi yang berlangsung hampir sepanjang tahun, mulai Februari hingga Desember 2025, dengan proses pendaftaran dilakukan secara online.
Tercatat, sebanyak 83 program pelatihan bagi calon tenaga kerja dilaksanakan dengan total 3.449 peserta. Selain itu, 53 program Bimtek sertifikasi bagi pekerja aktif juga digelar dengan melibatkan 1.396 peserta.
Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan 26 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dari total 118 LPK swasta berizin di Kota Batam. Proses pembelajaran dikelola oleh instruktur LPK, sementara asesmen dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Sertifikat kompetensi diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) atau kementerian terkait sesuai ketentuan.
Bidang pelatihan mencakup berbagai sektor strategis, antara lain migas, welder dan pengelasan, forklift dan alat berat, logistik dan rider, bahasa asing, jasa pariwisata, UMKM dan ekonomi kreatif, serta bidang digital, dan sektor lainnya yang relevan dengan kebutuhan industri Batam.
Yudi menegaskan, pengalaman pelaksanaan program tahun sebelumnya menjadi dasar evaluasi untuk menyempurnakan program pelatihan dan sertifikasi di tahun 2026.
“Harapannya, sertifikasi kompetensi ini menjadi modal strategis bagi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing dan menduduki posisi produktif di perusahaan,” ujarnya.
Pemko Batam menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kebijakan afirmatif ketenagakerjaan lokal, sekaligus memperluas konektivitas antara LPK, pemerintah, dan dunia usaha, sebagai upaya meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan menekan angka pengangguran di kota industri terbesar di Sumatera tersebut.
Dari sisi calon pekerja, harapan agar pelatihan kerja digelar lebih rutin dan sesuai kebutuhan industri juga mengemuka. Sejumlah pencari kerja menilai pelatihan dan sertifikasi sangat membantu, terutama bagi lulusan baru maupun pencaker yang belum memiliki pengalaman kerja.
“Sertifikat kompetensi sangat dibutuhkan saat melamar kerja. Kami berharap pelatihannya lebih sering dan kuotanya ditambah, supaya lebih banyak pencari kerja bisa ikut,” ujar Dila, salah seorang pencaker di Batam.(*)



