
batampos – Ditsamapta Polda Kepri menggelar pelatihan peningkatan kemampuan penggunaan alat SAR terbatas di halaman parkir rantis Ditsamapta, kemarin (3/12). Pelatihan ini digelar untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi ancaman bencana alam.
Dalam kegiatan tersebut, instruktur memperkenalkan satu set perlengkapan SAR darat dan satu unit Tripod Rescue kepada seluruh peserta. Peralatan itu dipraktikkan langsung agar personel memahami fungsi dan prosedur kerja di lapangan.
Dir Samapta Polda Kepri, Kombes Adi Nugroho mengatakan materi pelatihan meliputi teknik penggunaan cutter baja, spreader, ram, chainsaw, cutter edge, hingga Tripod Rescue untuk evakuasi korban di tebing atau sumur. Seluruh materi diberikan secara berurutan dan disertai demonstrasi teknis.
“Setiap instruksi disampaikan dengan penekanan pada aspek keselamatan. harapannya tidak ada langkah penyelamatan yang salah saat bertugas,” tegas Joko.
Menurut Joko, usai pemaparan teori, personel langsung melakukan praktik penggunaan alat. Mereka diminta menjalankan prosedur pembukaan, pemotongan, hingga simulasi evakuasi sesuai standar teknis.
“Pelatihan ini penting untuk meningkatkan kemampuan personel dalam memberikan pertolongan. Kami ingin anggota selalu siap menghadapi potensi bencana di wilayah Kepri,” ujarnya.
Menurutnya, penguasaan alat SAR menjadi faktor utama kecepatan respons saat evakuasi korban. Karena itu, pelatihan disebut akan digelar secara berkesinambungan. Dalam hasil evaluasi, seluruh peserta dinilai mengikuti pelatihan dengan baik.
“Penguasaan alat juga meningkat dan diharapkan dapat diimplementasikan saat bertugas di lapangan,” sebutnya.
Ditegaskannya, personel harus mampu memaksimalkan peralatan SAR untuk membantu masyarakat yang menjadi korban bencana.
“Karena kita tak pernah tahu kalan bencana itu terjadi,” jelasnya. (*)
Reporter: Yashinta



