Kamis, 22 Januari 2026

PELNI Kirim Bantuan Banjir ke Sumatera Lewat KM Kelud, Termasuk dari Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
PT PELNI (Persero) melepas pengiriman bantuan kemanusiaan yang dihimpun dari berbagai daerah melalui kantor cabang PELNI, Jumat (12/12).

batampos – Gelombang solidaritas masyarakat untuk korban banjir di Sumatera terus mengalir. PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) melepas pengiriman bantuan kemanusiaan yang dihimpun dari berbagai daerah melalui kantor cabang PELNI, Jumat (12/12).

Sebanyak 15 kontainer bantuan diberangkatkan menggunakan KM Kelud, sementara puluhan kontainer lainnya siap menyusul pada pelayaran berikutnya. Pelepasan bantuan ini menjadi simbol kepedulian bersama.

Direktur Utama PELNI Tri Andayani menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian tinggi terhadap sesama di tengah bencana.

“Melalui armada dan rute reguler menuju Sumatera Utara via Pelabuhan Belawan, kami memastikan bantuan dapat sampai dengan cepat dan aman. Partisipasi masyarakat ini mencerminkan kuatnya solidaritas nasional dalam membantu korban bencana,” ujar Tri Andayani.

Baca Juga: Baru Bekerja Dua Hari, Karyawan Laundry di Bengkong Gelapkan Motor Operasional

Ia menambahkan, PELNI masih membuka pembebasan biaya angkut pengiriman bantuan hingga 18 Desember 2025. Hal ini dilakukan agar lebih banyak bantuan dapat segera disalurkan kepada warga terdampak.

“Pengiriman lanjutan dijadwalkan menggunakan KM Nggapulu pada 13 Desember dan KM Kelud pada 18 Desember. Hingga kini, telah terkumpul 32 kontainer untuk pengiriman tahap berikutnya,” tambahnya.

Bantuan tahap awal ini berasal dari Tegal, Surabaya, dan Jakarta. Berbagai kebutuhan pokok dikirimkan, mulai dari pakaian, makanan, popok bayi, sembako, hingga perlengkapan ibadah, yang sangat dibutuhkan oleh para korban banjir.

Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI Kokok Susanto menyebutkan, total muatan bantuan tahap pertama mencapai 15 TEUs, dengan nilai pembebasan biaya angkut sebesar Rp 361,8 juta. Jika digabungkan dengan pengiriman tahap selanjutnya, total nilai pembebasan biaya angkut diperkirakan mencapai Rp 1,4 miliar.

“Kami memastikan seluruh proses logistik berjalan lancar dan aman hingga tiba di lokasi tujuan. Selanjutnya, bantuan akan disalurkan melalui BPBD Sumatera Utara agar tepat sasaran,” jelas Kokok.

Sebagai perusahaan pelayaran nasional, PELNI menegaskan perannya tidak hanya sebatas penyedia transportasi laut, tetapi juga mitra kemanusiaan yang siap hadir saat bencana melanda. Dengan jaringan armada yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia, PELNI berupaya memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

KM Kelud sendiri merupakan kapal penumpang PELNI yang rutin melayani rute Tanjung Priok – Batam – Tanjung Balai Karimun – Medan (PP), sehingga menjadi jalur strategis dalam distribusi bantuan ke wilayah Sumatera.

Baca Juga: Wisman Negara Tetangga Mulai Membludak, Pariwisata Batam Menggeliat

Sebelumnya, PELNI juga telah menyalurkan bantuan logistik secara langsung ke Sumatera Utara dan Sumatera Barat melalui BPBD Provinsi Sumatera Utara serta Posko Penanganan Darurat Bencana Banjir dan Longsor Kota Padang. Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, makanan siap saji, selimut, perlengkapan mandi, obat-obatan, serta kebutuhan khusus bagi perempuan dan anak-anak.

Kepala Cabang PT PELNI Batam, Edwin Kurniansyah, menambahkan bahwa saat KM Kelud transit di Batam pada Minggu pagi, 14 Desember 2025, memuat dua kontainer tambahan berisi bantuan dari masyarakat, instansi, dan perusahaan di Batam untuk dikirim ke Belawan, Sumatera Utara.

“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Ini adalah wujud kepedulian bersama untuk membantu saudara-saudara kita yang tengah menghadapi musibah,” ujarnya. (*)

 

 

Update