
batampos – Sejumlah calon pemudik yang tak mendapatkan tiket, nekat datang ke Pelabuhan Batuampar. Mereka berharap kapal Pelni bisa memberangkatkan mereka.
Seorang pemudik tujuan Medan, Saryono mengatakan, ia telah berusaha membeli tiket untuk mudik jauh hari sebelumnya. Namun upayanya untuk mendapatkan tiket itu gagal karena tiket telah habis.
Demi bisa mudik, ia pun tak menyerah dengan datang langsung ke Pelabuhan Batuampar dengan harapan ada kebijakan bisa memberangkatkan dia dan temannya. Apalagi, dia juga sudah mempersiapkan diri jauh hari dengan melangkapi vaksin hingga dosis ketiga.
“Sudah lama tidak pulang. Sejak pandemi baru kali ini bisa pulang dengan persyaratan yang agak longgar,” jelasnya.
Hal yang sama juga dirasakan oleh calon pemudik lainnya, Rasyid. Ia mengaku dirinya sudah tak kebagian tiket.
“Saya tak beli online, saya langsung datang rencana beli di sini. Tapi sudah habis ternyata,” jelasnya.
Rasyid akhirnya mengurungkan niatnya untuk berangkat hari ini dan menunggu keberangkatan selanjutnya, yang dijadwalkan pada Sabtu besok (30/4).
Staff Operasional PT Pelni, Adam Nizuddin menuturkan bahwa jadwal keberangkatan KM Kelud pada hari ini, sudah termaksud puncak arus mudik dari Batam menuju Medan.
Bahkan, sejak tanggal 25 April lalu, kapasitas KM Kelud sudah dinyatakan full atau penuh.
“Dari tanggal 25 kemarin sebenarnya ini sudah bisa dikatakan puncak mudik. Karena seluruh seat sebanyak 2.600 selalu habis terjual,” terangnya.
Tidak hanya itu, Adam juga menambahkan bahwa pada tanggal 30 April mendatang, seat untuk KM Kelud dengan tujuan Medan juga tinggal tersisa 100 seat saja.
“Info terakhir sisa sekitar seratusan tiket lagi. Tapi tidak tahu kalau hari ini mungkin bisa saja sudah habis,” paparnya.
Adam juga menegaskan bahwa pihaknya tidak menjual tiket bagi penumpang non seat, atau yang biasa dijual oleh para calo di area Pelabuhan.
Peniadaan non seat ini, juga sesuai dengan aturan dari Kementerian Perhubungan, terkait kapasitas kapal dan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 selama perjalanan.
“Intinya tidak ada praktek calo, karena non seat ditiadakan arahan dari Kementerian,” tegasnya. (*)
Reporter : Eggi Idriansyah



