
batampos – Perusahaan asal Amerika Serikat yang ada di Batam mengakui peluang investasi di Kepri sangat bagus. Apalagi letak atau posisi Kepri yang sangat strategis dan berdekatan dengan beberapa negara luar.
Gubernur Kepri, Ansar Achmad mengapresiasi perusahaan asal Amerika Serikat tersebut karena sudah berinvestasi di Kepri. Hal itu tentunya dapat menjalin hubungan baik antar negara Indonesia dan Amerika semakin erat.
“Perusahaan Amerika di Kepri, sebagian besar berada di Batam. Tadi bincang-bincang dengan dubes untuk mengetahui kondisi perusahaan Amerika di Kepri yang sudah lama beroperasi. Ternyata mereka sangat happy bisa berinvestasi di Kepri,” ujar Ansar, usai bertemu dengan Dubes AS dan berdiskusi mengenai kerjasama ekonomi AS dan Indonesia di Kepri, Selasa (29/3) di Batamcenter.
Dalam pertemuan itu, juga didapat informasi bahwa pada bulan Oktober mendatang akan ada lagi peluang perusahaan Amerika Serikat berinvestasi di Kepri. Hal itu tentunya menjadi angin segar untuk kemajuan perekonomian Kepri yang juga membuka lapangan kerja.
“Informasi itu kami sambut baik. Kami juga berharap adanya dukungan untuk program pembangunan infrastruktur dan arus logistik,” terang Ansar.
Di tempat yang sama, Dubes Amerika Serikat Sung Y.Kim berterimakasih atas sambutan hangat dari Gubernur Kepri. Ia berharap hubungan kemitraan yang telah lama dijalin dapat bertambah erat dan semakin lebih baik lagi.
“Ini merupakan kunjungan pertama di daerah dinamis dan nyaman. Seperti yang saya tahu, Indonesia dan AS merupakan mitra yang kuat untuk Hubungan ekonomi, ” ujar Sung.
Menurut dia, hubungan bilateral antar negara ini telah menghasilkan 30 miliar Dolar AS setiap tahunnya. Angka ini lebih tinggi 10 persen dari yang ditargetkan
“Ini angka signifikan, masih banyak peluang yang bisa kami hadapi. Kami menanti kan tim bekerjasama. Menjelajahi peluang yang ada di Kepri,” imbuhnya.
Di katakannya, di Batam ada tiga perusahaan Amerika Serikat yang telah lama beroperasi, diantaranya McDermott, Caterpillar. Perusahaan ini juga telah memberdayakan lebih dari 10 ribu pekerja asal Indonesia.
“Saya yakin masih banyak lagi yang ingin berinvestasi di Batam. Sudah lebih dari 10 ribu pekerja dan kolega yang diberdayakan dengan pekerjaan berkualitas,” pungkasnya. (*)
Reporter : Yashinta



