Kamis, 29 Januari 2026

Pelunasan Tahap II Biaya Haji Diperpanjang hingga 25 April, 139 Jamaah Batam Belum Lunasi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Batam Syahbudi.

batampos – Kementerian Agama Republik Indonesia resmi memperpanjang masa pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Reguler Tahap II tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi. Semula dijadwalkan berakhir pada Kamis, 17 April 2025, masa pelunasan kini diperpanjang hingga Jumat, 25 April 2025.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kota Batam, Syahbudi, membenarkan perpanjangan ini. Menurutnya, keputusan tersebut dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, mengingat masih banyak calon jamaah yang belum menyelesaikan kewajiban pelunasan.

“Benar, diperpanjang lagi pelunasan Bipih Reguler hingga 25 April 2025. Ini kesempatan terakhir bagi calon jamaah yang masuk dalam kategori tahap kedua untuk segera melunasi,” ujar Syahbudi saat ditemui, Jumat (18/4).

Baca Juga: Tiga Kloter Jemaah Haji Batam Segera Diberangkatkan, Vaksinasi Dimulai di Puskesmas

Dijelaskan Syahbudi, hingga hari terakhir masa pelunasan sebelumnya, masih terdapat sebanyak 139 calon jamaah haji asal Kota Batam yang belum menyelesaikan pembayaran Bipih. Jumlah ini berasal dari berbagai kategori yang memang termasuk dalam daftar pelunasan tahap kedua.

Ia menjelaskan, pelunasan tahap kedua diperuntukkan bagi jamaah haji reguler yang termasuk dalam beberapa kategori. Pertama, jamaah yang gagal sistem saat proses pelunasan tahap pertama.

Kedua, pendamping jamaah lanjut usia. Ketiga, penggabungan mahram seperti suami-istri, anak dan orang tua kandung, maupun saudara kandung yang terpisah. Keempat, pendamping jamaah disabilitas. Terakhir, adalah jamaah cadangan jika masih tersedia sisa kuota.

“Dari jumlah tersebut, 11 orang adalah jamaah yang mengalami kegagalan sistem pada tahap pertama, 28 orang merupakan pendamping, dan 254 orang tercatat sebagai calon jamaah cadangan,” jelasnya.

Baca Juga: 151 Calon Jamaah Haji Batam Belum Lunasi BIPIH Tahap II, Pelunasan Ditutup 17 April

Mengingat waktu yang semakin mendekati keberangkatan kloter awal, Syahbudi menegaskan agar para calon jamaah segera melengkapi proses pelunasan dan administrasi lainnya. Ia menekankan bahwa ketepatan waktu dalam menyelesaikan kewajiban sangat penting untuk memastikan nama-nama jamaah tercatat dalam sistem Siskohat sebagai calon haji yang siap diberangkatkan.

Selain itu, Kantor Kemenag Kota Batam juga mulai mempersiapkan tahapan kesehatan bagi jamaah. Salah satu agenda yang kini sedang berlangsung adalah pemberian vaksin meningitis dan polio yang merupakan syarat wajib bagi calon jamaah haji.

“Vaksinasi akan dilakukan di seluruh puskesmas di Kota Batam. Saat ini sudah dimulai bagi jamaah di kloter-kloter awal,” katanya.

Syahbudi juga mengimbau para jamaah agar mulai menjaga kondisi kesehatan secara serius, mengingat cuaca panas dan aktivitas ibadah yang padat di Tanah Suci membutuhkan kondisi tubuh yang prima.

“Selain vaksinasi, kami terus mengimbau agar jamaah mulai menjaga pola makan, istirahat cukup, dan rutin memeriksakan kesehatan ke puskesmas atau dokter keluarga. Waktu keberangkatan tidak lama lagi, dan kesehatan adalah faktor utama,” tambahnya.

Terkait logistik haji, ia menyebutkan bahwa perlengkapan jamaah seperti koper, tas paspor, dan tas selempang saat ini masih dalam proses pengiriman. Begitu perlengkapan tiba di Batam, pihaknya akan segera melakukan proses pendistribusian ke masing-masing jamaah melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) atau langsung di Kantor Kemenag Kota Batam.

“Kami minta jamaah bersabar, karena distribusi koper dan perlengkapan lainnya akan dilakukan segera setelah barang tiba. Informasi pengambilan akan diumumkan melalui KBIH dan kanal resmi Kemenag,” ucap Syahbudi.

Ia berharap seluruh calon jamaah haji asal Batam dapat menyelesaikan semua tahapan administrasi dan kesehatan dengan baik sebelum keberangkatan. Dengan total kuota haji nasional sebanyak 241 ribu orang tahun ini, Kota Batam sendiri mendapatkan lebih dari 1.000 kuota, termasuk di dalamnya kuota cadangan dan lansia. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update