
batampos – Setelah dua hari pencarian, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Sugeng Riyadi, 27, pemancing yang hilang terseret arus di Perairan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, dalam kondisi meninggal dunia (MD), Senin (2/6) pagi.
Korban ditemukan sekitar pukul 08.15 WIB di koordinat 01° 11.850′ N – 104° 1.295′ E, atau sekitar 2,8 mil laut dari lokasi kejadian awal.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, selanjutnya langsung dievakuasi ke rumah keluarga,” Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Fazzli, melalui Danpos Basarnas Batam, Dedius Sembiring.
Baca Juga: Jaga Iklim Investasi, BP Batam Bergerak Hadapi Lonjakan Harga LNG
Penemuan korban menandai berakhirnya operasi pencarian yang telah berlangsung sejak Minggu (1/6) sore. Tim SAR gabungan menggelar rapat debriefing pukul 08.40 WIB dan memutuskan untuk menutup operasi dengan seluruh unsur potensi SAR dikembalikan ke satuan masing-masing.
Sebelumnya, Sugeng dilaporkan hilang setelah terseret arus laut bersama dua rekannya saat memancing di tengah laut saat air surut, sekitar pukul 10.00 WIB. Lokasi kejadian berada sekitar 6,3 mil laut dari Dermaga Basarnas Batam, dengan radial 61°.
Ketiganya mencoba kembali ke darat saat air mulai pasang sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, hanya dua orang yang berhasil selamat, yakni Waluyo (43) dan Ferris (38). Sugeng diduga kelelahan dan tenggelam.
Informasi hilangnya korban diterima Basarnas Batam dari Hendro, anggota Lantamal IV Batam, pada pukul 15.58 WIB. Tim SAR langsung bergerak menuju lokasi menggunakan kapal RIB 03 Batam, tiba di lokasi sekitar pukul 16.45 WIB.
Baca Juga: Ekonomi Kreatif Diproyeksikan Jadi Penggerak Wisata Daerah
Pencarian hari kedua pada Senin (2/6) dimulai pukul 06.30 WIB. Tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU), dengan SRU 1 menyisir laut hingga 3 mil arah barat Sengkuang dan SRU 2 menyusuri perairan dangkal hingga garis pantai Sengkuang Batu Ampar.
Kondisi cuaca saat pencarian berlangsung dalam keadaan berawan, angin tenggara berkecepatan 7-11 knot, arus mengarah ke timur, dan gelombang setinggi 0,5–1,25 meter.
Berbagai unsur turut terlibat dalam operasi ini, di antaranya VTS Batam, Lantamal IV Batam, Polairud Polda Kepri, Polairud Polrestabes Barelang, dan KSOP Batu Ampar Batam. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



