
Foto: eusebius Sara / Batam Pos
batampos – Kawasan Marina, Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, tengah mengalami pembangunan besar-besaran dengan sejumlah megaproyek, termasuk pembangunan resor, tempat wisata, serta perumahan dan properti lainnya. Banyak lahan di kawasan ini sedang dalam proses pematangan guna mendukung proyek-proyek tersebut.
Namun, pembangunan ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga setempat, terutama terkait dampaknya terhadap aliran sungai dan sistem drainase yang mengarah ke Pantai Marina. Mereka berharap proyek-proyek tersebut tidak mempersempit atau bahkan menutup satu-satunya jalur keluar air yang ada.
“Beberapa proyek yang sedang berjalan mulai mengganggu aliran sungai dan drainase. Ini sangat berbahaya bagi kami yang sudah lama tinggal di sini. Banjir bukan lagi sekadar ancaman, tetapi sudah menjadi langganan setiap kali hujan turun. Jika aliran air ini terganggu atau ditutup, kondisinya bisa lebih parah,” ujar Amri, warga Perumahan Beni Raya Marina.
Hal senada disampaikan oleh Salman, warga Perumahan Gesya Marina. Ia berharap proyek yang berjalan tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan lingkungan sekitar.
Menanggapi kekhawatiran warga, Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, menegaskan bahwa proyek yang berdampak negatif akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. Bahkan, sudah ada satu proyek yang dilaporkan ke dinas terkait untuk dievaluasi ulang karena berpotensi merugikan lingkungan sekitar.
Dengan adanya keluhan dari masyarakat serta perhatian pemerintah setempat, diharapkan setiap proyek di kawasan Marina dapat berjalan dengan tetap mengutamakan aspek lingkungan serta kesejahteraan warga yang sudah lebih dulu bermukim di sana. (*)
Reporter: Eusebius Sara



