Kamis, 2 April 2026

Pembangunan Kebun Raya Batam Dilanjutkan 2023

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kebun Raya Batam sebelum pandemi. F.Yusuf

batampos – Pembangunan Kebun Raya Batam akan dilanjutkan kembali pada tahun 2023. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebun Raya Batam melalui Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan Disperkimtan) Kota Batam.

“Saat ini baru sekitar 30-an persen pembangunannya, ini sedang kami ajukan untuk kelanjutan pembangunannya,” kata Kepala UPT Kebun Raya Batam, Adek Lenovia, Selasa (29/3).

Pembangunan Kebun Raya Batam ini, kata Adek, sudah beberapa tahun ini tertunda. Apalagi sejak pandemi melanda Kepri, sehingga anggaran untuk Kebun Raya Batam mengalami refocusing. “Sejak 2019 itu, dana kami minim. Sehingga kami hanya melakukan perawatan terhadap tumbuhan yang sudah ada di sini,” ujarnya.

Geliat pembangunan sudah mulai terlihat di 2022. Adek berharap Kebun Raya Batam masuk dalam perencanaan Kementerian PUPR, untuk kembali dilanjutkan pembangunannya. “Pengajuannya sudah, tinggal menunggu saja. Semoga saja,” ucapnya.

Ia mengatakan masih ada beberapa tempat lagi yang belum dibangun, salah satunya kebun anggrek.

Di Kebun Raya Batam yang memiliki luas 85,66 hektar, terdapat koleksi sebanyak 9454 tanaman non Anggrek dan 377 tanaman Anggrek. Semua itu hasil eksplorasi pusat konservasi tumbuhan Kebun Raya Bogor, LIPI.

Ada 7 kali eksplorasi mulai dari Pulau Batam (Mainland dan Hinterland), Pulau Bintan (Gunung Bintan Besar dan Gunung Bintan Kecil ) dan di Karimun. Eksplorasi ini mendapatkan ribuan tanaman berbagai jenis mulai dari keruing, meranti, sarang semut, bintangur, manggis-manggisan, anggrek raksasa, tebu, gaharu, pulai, pasak bumi, pelawan, kantong semar.

Tumbuhan yang menjadi ikon Kebun Raya Batam adalah nibung yang merupakan jenis palem-paleman liar, tumbuh berumpun sebagai simbol persaudaraan.

Kebun Raya Batam berawal dari penandatanganan nota kesepahaman antara LIPI, Pemko Batam dan BP Batam 18 Mei 2012. Nota kesepahaman ini dilanjutkan dengan penandatanganan naskah kerjasama LIPI dengan Pemerintah Kota Batam di 2013. Lalu 28 Agustus 2014, Menteri Pekerjaan Umum melakukan Groundbreaking Kebun Raya Batam. Tiga tahun kemudian, 14 November 2017 soft launching Kebun Raya Batam, dengan tema Konservasi ex situ Spesies Tumbuhan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Indonesia.

Pantauan Batam Pos Selasa (29/3) tak ada satu orang pengunjung pun di Kebun Raya Batam. Namun, pengunjung sering datang ke Kebun Raya Batam saat Sabtu dan Minggu. (*)

Reporter : FISKA JUANDA

UPDATE