Jumat, 13 Maret 2026

Pembangunan Masjid Sementara Molor Dari Jadwal, Ini Penyebabnya

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat menghadiri revitalisasi pembangunan Masjid Agung Batam Center sudah mulai dikerjakan. Foto: Diskominfo Kota Batam untuk Batam Pos

batampos – Pembangunan masjid sementara di area Masjid Agung Batamcentre molor hingga dua pekan ke depan. Hal ini dikarenakan proses pengiriman bahan baku yang sedikit membutuhkan waktu dan diluar perkiraan.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Batam, Suhar mengatakan harusnya pekan ini sudah masuk tahap perakitan. Seperti diketahui bangunan masjid merupakan bangunan modular atau dirakit.

Tempat ibadah sementara merupakan bangunan modular. Bangunan ini merupakan bangunan yang moderen, dan materialnya dirancang dengan cara dirakit. Sehingga butuh waktu kurang lebih tiga minggu untuk menginstalnya.

“Bahan baku yang akan digunakan masih dalam perjalanan. Memang pengerjaan sedikit molor 1-2 minggu, namun kami upayakan tetap dikejar sesuai jadwal yang sudah ditentukan,” kata dia, Senin (25/7).

Suhar menjelaskan, untuk proses pengiriman bangunan modular tersebut ternyata membutuhkan waktu yang lebih lama, dari yang diperkirakan. Sehingga sampai saat ini bahan baku belum tiba, sehingga proses pembangunan masjid sementara ini belum dikerjakan.

“Kalau lahan sudah kita lakukan penataan. Tinggal menunggu bahan baku tiba, dan selanjutnya langsung dikerjakan untuk mengejar target penyelesaian,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, umat muslim masih bisa menggunakan bangunan utama Masjid Agung Batamcentre untuk beribadah, sampai bangunan masjid sementara selesai dikerjakan.

“Bangunan utama belum akan dibongkar, kalau bangunan masjid sementara belum berdiri dan bisa digunakan untuk ibadah. Jadi tidak ada masalah untuk itu, sebab pengerjaan lain tetap berjalan sesuai rencana, seperti pembongkaran plaza terlebih dahulu,” jelasnya.

Lanjutnya, lambatnya proses pengiriman bahan baku untuk masjid sementara tidak mengganggu pengerjaan lainnya. Hal ini karena pengerjaan di tahap pertama ini lebih dipusatkan di bagian plaza. Hal ini karena akan dibangun basement dua lantai.

“Dan tidak menggangu progress karena kita memang schedule, kerja banyak di sisi plaza nantinya,” terang Suhar.

Revitalisasi bangunan Masjid Agung Batam dikerjakan oleh PT Adhi Karya dengan anggaran kurang lebih Rp 167 miliar selama tiga tahun ke depan. (*)

 

Reporter : YULITAVIA

SALAM RAMADAN