Jumat, 13 Februari 2026

Pembangunan Pelabuhan Baru Incar 18 Juta TEUs dari Singapura

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Menkomarinves Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menhub, Budi Karya Sumadi, meninjau lokasi pelabuhan baru dengan konsep green and smart port di Tanjungpinggir, Kota Batam. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Pemerintah Pusat berencana akan membangun satu pelabuhan bongkar muat bertaraf internasional di Kota Batam. Pelabuhan ini akan dibangun di kawasan Tanjungpinggir, Sekupang.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi mengatakan, pelabuhan baru tersebut dibangun untuk menjadikan Batam sebagai hub internasional, sesuai dengan PP nomor 41 tahun 2021 tentang penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Hub logistik ini artinya barang masuk, transit, dan keluar lagi dari Batam. Ini yang diterapkan di Singapura saat ini. Jadi ini yang mau kita tarik ke Batam semua. Bisa dibayangkan berapa nanti uang yang akan dihasilkan dari realisasi rencana ini,” kata Rudi, usai menghadiri Virtual Conference bersama Presiden Joko Widodo di Mal Botania 2, Batamcenter, Selasa (25/1).


Baca Juga: Batam Segera Punya Pelabuhan Baru, di Sini Lokasinya…

Ke depannya, semua kebutuhan barang yang masuk ke Indonesia akan singgah di Batam. Kalau saat ini untuk kebutuhan Pulau Batam bongkar muat dilakukan di Pelabuhan Batuampar.

Rudi menyampaikan bahwa ada 18 juta TEUs barang yang masuk ke Indonesia, dan transshipment (pemindahan muatan, red) dilakukan di Singapura. Dengan ada pelabuhan baru ini, transshipment itu akan dipindahkan ke Batam.

“Jadi tidak lagi melalui Singapura, bisa lewat Batam. Ini lah rencana besarnya ke depan,” sebutnya.

Saat ini, Pelabuhan Batuampar hanya memiliki kapasitas 520 ribu TEUs. Dan itu semua merupakan kebutuhan untuk di Batam saja. Meskipun ada rencana besar terkait pelabuhan di Tanjungpinggir, Rudi memastikan revitalisasi dan peningkatan fasilitas infrastruktur di Batuampar tetap berjalan. Hal ini nanti diharapkan bisa mendukung keberadaan pelabuhan bongkar muat yang akan dibangun di Tanjungpinggir.

“Kemarin, Pak Menteri kan sudah tinjau dan jelaskan juga. Dalam waktu dekat ini saya diundang ke pusat untuk mejelaskan pelabuhan apa saja yang ada di Batam dan lainnya. Ini yang akan saya papar kan nanti, agar pusat tahu kondisi di Batam,” bebernya

Rudi menjelaskan, barang yang masuk ke Asia Tenggara semuanya melalui Malaysia dan Singapura. Dengan adanya pelabuhan baru yang memiliki kapasitas 18 juta TEUs, diharapkan Batam bisa bersaing dengan negara tetangga, untuk mengakomodir semua kebutuhan Indonesia.

Pembangunan Pelabuhan di Tanjungpinggir ini menjadi peluang tersendiri untuk Batam. Dengan luas yang mencapai 320 hektare, pelabuhan direncanakan menjadi pelabuhan terbesar di Indonesia.

“Akan ada peningkatan daya saing antara Singapura dan Batam tentunya,” ucap Rudi.

Rudi menyebutkan, sementara ini hanya ada dua pelabuhan bongkar muat. Sementara Pelabuhan Kabil, tidak bisa digunakan karena masih dan hanya berfungsi untuk distribusi minyak.

“Tugas saya nantinya yang akan memberikan penjelasan kepada Pak Luhut. Pelabuhan apa saja di Batam ini. Tentu ini merupakan tantangan untuk Batam untuk bisa bersaing ke depannya. Mudah-mudahan rencana ini membuat Batam semakin maju mulai dari perekonomian dan lainnya,” tutup Rudi. (*)

Reporter : YULITAVIA

Update