Selasa, 27 Januari 2026

Pembangunan SLB Negeri Seibeduk Masih Terhenti di Fondasi, Warga Desak Segera Dilanjutkan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Lokasi pembangunan gedung SLB di Mangsang Seibeduk. Warga berharap ini dilanjutkan. Foto Eusebius Sara/Batam Pos

batampos — Pembangunan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) II di Kelurahan Mangsang, Kecamatan Seibeduk, Kota Batam, hingga kini belum menunjukkan kemajuan berarti. Pantauan terbaru di lapangan, Sabtu (27/7), pembangunan masih sebatas fondasi dan tiang bangunan, tanpa terlihat adanya aktivitas konstruksi lanjutan.

Padahal proyek ini sudah direncanakan sejak dua tahun lalu dan mulai dikerjakan pada awal 2024. Namun karena keterbatasan anggaran, pengerjaan terhenti usai penyelesaian struktur awal. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda pembangunan kembali dilanjutkan, meski harapan masyarakat terus menguat.

Masyarakat Seibeduk sangat berharap agar proyek ini segera dirampungkan. Ketersediaan SLB di wilayah mereka dinilai penting demi mengakomodasi anak-anak berkebutuhan khusus yang selama ini harus menempuh jarak jauh untuk mengakses pendidikan.

“Kami sangat berharap sekolah ini segera diselesaikan. Anak-anak kami harus ke Batamcenter, jauh dan tidak semua mampu ke sana. Di sini lahannya sudah ada, tapi bangunannya belum selesai-selesai,” ungkap Sulaiman, salah satu tokoh masyarakat Seibeduk.

Saat ini, satu-satunya SLBN di Kota Batam memang berada di Batamcenter. Kondisi ini menyulitkan banyak keluarga di kawasan hinterland seperti Seibeduk, Sagulung, dan Batuaji, yang membutuhkan fasilitas pendidikan khusus dengan jarak tempuh yang terjangkau.

Seperti diketahui, Dinas Pendidikan Provinsi Kepri harus melalui perjuangan panjang untuk mendapatkan lahan pembangunan SLB Negeri II ini. Awalnya, sekolah ini direncanakan dibangun di Kecamatan Batuaji, tepatnya di fasilitas umum Perumahan Taman Pesona Indah (TPI), namun ditolak oleh warga setempat. Upaya kedua mencoba lahan di Kelurahan Seilekop, Sagulung, juga ditolak. Baru kemudian lahan di Kelurahan Mangsang, Seibeduk, disetujui oleh masyarakat dan telah mendapat restu dari BP Batam.

Kepala Bidang SLB Dinas Pendidikan Kepri, Siti Hidayati Rochmah, menyatakan pihaknya berencana melanjutkan pembangunan tahun ini dengan target empat ruang kelas. Sisanya, termasuk pemasangan batumiring untuk memperkuat struktur di lereng bukit, akan dilanjutkan tahun depan. “Kami sudah ajukan anggaran tambahan. Harapannya empat ruang bisa selesai tahun ini,” ujarnya.

Tahun ini, jumlah peserta Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SLB di Batam mencapai 89 orang. Namun karena keterbatasan daya tampung, hanya 79 yang diterima, termasuk empat siswa dari jalur mutasi. Ini membuktikan kebutuhan akan sekolah luar biasa di Batam semakin mendesak.

Warga berharap pembangunan SLBN II Seibeduk bisa segera dilanjutkan demi pemerataan akses pendidikan untuk semua kalangan. “Pendidikan anak berkebutuhan khusus itu bukan pilihan, tapi kewajiban negara. Kami berharap pemerintah segera bertindak,” tegas Elias, warga lainnya.

 

Reporter : Eusebius Sara

Foto.
Lokasi pembangunan gedung SLB di Mangsang Seibeduk. Warga berharap ini dilanjutkan. Eusebius Sara
2 Lampiran
• Dipindai dengan Gmail

Update