Rabu, 1 April 2026

Pembangunan Toilet Habiskan Anggaran Rp 411 Juta

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Kota Batam menanggapi informasi terkait pembangunan toilet yang menghabiskan anggaran Rp 411.766.551. Revitalisasi dan rehab dilakukan untuk 18 bangunan toilet siswa dan guru di SMPN 5 Batam.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan mengatakan pekerjaan rehabilitasi toilet (jamban) dengan tingkat kerusakan minimal sedang serta pemasangan sanitasi ini menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021.

Pekerjaan rehab ada 5 unit/lokasi yang dikerjakan, 4 unit/lokasi rehab dan 1 unit/lokasi rehab berat, karena kondisinya sudah tidak layak. Total 18 pintu toilet yang diperbaiki, dengan rincian, 4 toilet/pintu guru untuk dua laki-laki dan 2 perempuan. Serta 14 toilet/pintu untuk siswa.

Menurut Hendri, peningkatan fasilitas sekolah ini guna memberikan rasa nyaman bagi pelajar dan tenaga guru. Pengerjaan dilaksanakan dan selesai tahun ini. 18 unit itu terdiri dari dua unit toilet untuk tenaga guru perempuan, dan dua unit untuk toilet tenaga guru lelaki. Sementara 14 toilet lainnya akan digunakan siswa.

Hendri menjelaskan, fasilitas toilet memang salah satu hal yang penting di sekolah. Kenyamanan siswa dari segi toilet ini juga sangat penting. Sebanyak 14 toilet ini akan digunakan untuk 1.134 siswa yang saat ini terdaftar di sekolah tersebut.

Untuk itu, pihaknya tidak ingin ada kesalahan informasi yang beredar. Tim langsung turun untuk mengklarifikasi ke sekolah, dan melihat langsung bentuk fisik dari bangunan toilet sekolah.

“Jadi bangunan ini ada yang kami rehab dan revitalisasi. Rata-rata semua bangunan mengalami rusak berat. Jadi sudah selesai dikerjakan,” ujarnya, Senin (13/12).

Perbaikan fasilitas dan infrastruktur sekolah ini akan digunakan ketika siswa sudah kembali ke sekolah. Hendri menekankan keberadaan toilet yang nyaman juga sangat dibutuhkan siswa dan guru.

Lanjutnya, secara bertahap peningkatan infrastruktur selalu dilakukan. Mulai dari pengerjaan ruang kelas baru (RKB), toilet, ruang seni, hingga bangunan lainnya. Usulan yang dikabulkan melihat ketersediaan anggaran yang, dan tingkat prioritas.

“Usulan sudah dari lama, cuma baru kali ini bisa dikerjakan. Karena melihat anggaran juga. Dan tahun lalu kami juga mengerjakan bangunan RKB,” jelasnya. (*)

Reporter : YULITAVIA

UPDATE