Jumat, 23 Januari 2026

Pemerintah Gencar Laksanakan Vaksin MR

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berfoto bersama dengan anak-anak setelah menjalani imunisasi rubella. Foto: Rengga Yuliandra/Batam Pos

batampos – Selain vaksin Covid-19, vaksin Measles and Rubella (MR) juga terus digencarkan digelar di sekolah-sekolah. Vaksin MR adalah kombinasi vaksin campak dan rubella untuk perlindungan campak dan rubella.

Pelaksanaan Vaksinasi MR ini sejalan dengan Bulan Imunisasi Anak (BIAN) tahun ini. Di Kota Batam imunisasi MR diberikan untuk semua anak berusia 9 bulan sampai dengan 15 tahun tanpa melihat status imunisasi sebelumnya. BIAN dilaksanakan dari 18 Mei sampai dengan 13 September 2022.

Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit Dinkes Batam, dr. Fairuza Laily mengatakan Pemerintah Kota Batam terus mengegsa Percepatan Capaian BIAN Tahun 2022. Pemerintah daerah targetkan 9 September 2022, anak-anak telah diimunisasi.

BIAN terdiri dari, imunisasi tambahan campak-rubela untuk anak usia 9 tahun sampai dengan 15 tahun. Imunisasi KEJAR bagi anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap OPV, IPV, DPT, Hb-HIB untuk anak usia 12 bulan sampai 15 bulan.

“Imunisasi MR ini bisa didapatkan di puskesmas, sekolah-sekolah, Posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya,” ujar dr. Fairuza, Jumat (2/9/2022).

Adapun sasaran BIAN tahun ini yakni sasaran KEJAR, OPV sebanyak 5.896, IPV sebanyak 7.572, kemudian DPT/Hb-HIB sebanyak 5.560.

Sedangkan sasaran imunisasi campak-rubela sebanyak 398.669, angka sasaran imunisasi campak-rubela ini merupakan 66,75 persen dari sasaran Provinsi Kepri.

Disinggung apakah vaksinasi ini memiliki efek samping, Ia menjawab, tak ada efek samping dalam imunisasi. Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan usai imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2 sampai 3 hari.

Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus Campak dan Rubella. Campak dan Rubella merupakan penyakit yang sangat menular.

Anak-anak dan orang dewasa yang belum pernah diimunisasi Campak dan Rubella, atau yang belum pernah mengalami penyakit Campak dan Rubella memiliki risiko tinggi tertular penyakit ini.

Gejala penyakit Campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit disertai batuk, pilek dan mata merah. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian.

Sedangkan Rubella atau campak Jerman adalah infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah pada kulit. Rubella umumnya menyerang anak-anak dan remaja. Tingkat penularan tinggi, karakteristik mirip campak.

Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital yang meliputi kelainan pada jantung, katarak mata, gangguan pendengaran dan keterlambatan perkembangan.

“Imunisasi dengan vaksin MR (Measles-Rubella) adalah pencegahan terbaik untuk penyakit campak dan rubella. Satu vaksin untuk mencegah dua penyakit sekaligus,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, sebagai bagian dari masyarakat global, Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai target atau goal global seperti mencapai eliminasi campak rubela atau Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2023 serta mempertahankan Indonesia Bebas Polio dan mewujudkan Dunia Bebas Polio pada tahun 2026.

Bulan lmunisasi Anak Nasional atau disingkat BlAN ialah upaya pemberian imunisasi yang dilaksanakan secara terintegrasi yang meliputi dua kegiatan.

Pertama kegiatan imunisasi tambahan berupa pemberian satu dosis imunisasi campak-rubela secara massal tanpa memandang status imunisasi sebelumnya kepada sasaran sesuai dengan rekomendasi usia yang ditetapkan untuk masing-masing wilayah.

Kedua, kegiatan imunisasi kejar berupa pemberian satu atau lebih jenis imunisasi untuk melengkapi status imunisasi anak usia 12 sampai dengan 59 bulan.

Terdapat tiga hal yang mendasari pelaksanaan BIAN di tahun 2022 ini, antara lain, komitmen Indonesia untuk Eliminasi Campak dan Rubella di Tahun 2023. Komitmen Indonesia sebagai bagian dari masyarakat Global untuk Eliminasi Polio di Tahun 2026.

“Dan ketiga mencegah munculnya wabah penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi (PD3I) di tengah pandemi COVID-19 yang belum selesai,” tambah Didi.

Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tk Kota Batam Tahun 2022, antara lain, Imunisasi Campak Rubela untuk usia 9 bulan-15 Tahun dengan sasaran sebanyak 356.278 anak. Imunisasi Campak Rubella diberikan kepada seluruh anak usia 9 bulan- 15 tahun tanpa melihat status imunisasi sebelumnya.

Selanjutnya, Imunisasi Kejar untuk bayi/balita usia 12-59 bulan, bagi bayi/balita yang sudah terlewat dari jadwal imunisasi seharusnya. Jumlah sasaran Imunisasi Kejar sebanyak 81.529 anak.(*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update