
batampos – Kementerian Perhubungan memberi perhatian serius pada pengembangan dua bandara di Kepri, yakni Bandara Hang Nadim Batam dan Bandara Busung. Dalam waktu dekat, Menhub Budi Karya Sumadi akan kembali mengunjungi dua bandara itu.
“Dua bandara ini menjadi perhatian serius Kemenhub untuk dikembangkan, makanya Pak Menhub akan datang ke Kepri dalam waktu dekat,” ujar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, kemarin. Ansar sudah bertemu langsung dengan Menhub di Jakarta, Rabu (6/4) lalu.
Seperti diketahui, pada Maret 2021 lalu, telah diumumkan pemenang tender Pengadaaan Badan Usaha Pelaksana Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Keluar sebagai pemenang Konsorsium Angkas Pura I – Incheon International Airport Corporation (IIAC) – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).
Kemudian, dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama pengelolaan antara BP Batam dengan PT Bandara Internasional Batam sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) yang dibentuk oleh Konsorsium PT Angkasa Pura I – Incheon International Airport Corporation – PT Wijaya Karya Tbk (Persero) pada 24 Desember 2021 lalu.
Kerjasama pengelolaan ini meliputi desain, pembangunan, pembiayaan, pengalihan, pengoperasian, dan pemeliharaan, Bandara Hang Nadim Batam dengan masa pengelolaan 25 tahun.
Pada kerja sama ini, BP Batam akan menyediakan seluruh area dan/atau wilayah operasional Bandara Hang Nadim Batam sebagai wilayah kerja yang akan dipergunakan konsorsium untuk dikelola dan dikembangkan.
Sementara, Konsorsium Angkasa Pura I – IIAC – WIKA, melalui BUP PT Bandara Internasional Batam, bertanggung jawab terhadap penyediaan desain, melaksanakan pembangunan, pembiayaan, pengalihan, pengoperasian dan pemeliharaan Bandara Hang Nadim Batam.
Pengembangan Bandara Hang Nadim sebagai hub logistik dan penumpang ini yang akan ditinjau progresnya Menhub dalam waktu dekat.
Jika pengembangan ini berhasil, akan menarik mitra investasi lainnya yang akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.
President and CEO Incheon International Airport Corporation (IIAC) Kyung-Wook Kim sebelumnya mengatakan, ia optimistis bisa memajukan bandara Hang Nadim. Apalagi Incheon hingga saat ini memiliki reputasi sebagai bandara hub utama yang menghubungkan dua pasar penerbangan terbesar di dunia, Asia, dan Amerika Utara.
Dengan memanfaatkan jaringan penerbangan Bandara Incheon yang kuat di Asia Timur Laut dan Amerika, maka Hang Nadim bisa menjadi hub untuk memperluas konektivitas.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam Pikri Ilham K saat itu juga menyampaikan optimismenya bisa membawa kemajuan dengan pengembangan Hang Nadim ini.
Sebagai badan usaha pelaksana perwakilan konsorsium Angkasa Pura I, kata Ilham, pihaknya berkomitmen untuk menjalankan strategi pengelolaan dan pengembangan Bandara Hang Nadim Batam sesuai yang telah ditetapkan pemimpin konsorsium, yaitu Angkasa Pura I yang didukung anggota konsorsium yaitu Incheon International Airport Corporation dan Wijaya Karya.
“Dengan keahlian yang dimiliki masing-masing anggota konsorsium, kami yakin pengelolaan Bandara Batam dapat memberikan nilai tambah dan kontribusi lebih terhadap perkembangan perekonomian wilayah Batam dan sekitarnya,” ujar Ilham.
Dalam pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam, anggota Konsorsium Angkasa Pura I memiliki perannya masing-masing. Sebagai pemimpin konsorsium, Angkasa Pura I akan bertanggung jawab dalam hal manajemen operasional dan komersial secara umum.
Sementara, IIAC memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam hal pemasaran dan strategi pengembangan bandara secara umum. Sedangkan WIKA selaku BUMN bidang konstruksi yang terintegrasi dengan industri pendukungnya memiliki tanggung jawab dalam hal manajemen infrastruktur bandara.
Adapun ruang lingkup kerja sama pengelolaan ini yaitu pembangunan, perluasan, pengelolaan, dan pemeliharaan terminal penumpang eksisting (T1), terminal penumpang baru (T2), beserta infrastrukturnya; pengelolaan terminal kargo baru; dan konsep pengembangan rencana induk Bandara Hang Nadim Batam dengan konsep logistics aerocity.
Ke depannya, Bandara Hang Nadim akan dikembangkan untuk menjadi hub destinasi penerbangan yang lebih luas dan hub logistik serta kargo di wilayah barat Indonesia. Lokasi Bandara Hang Nadim Batam yang cukup strategis di regional Asia Tenggara dan berdampingan dengan pelabuhan kargo dan kawasan industri membuat bandara ini cocok untuk dijadikan pusat logistik.
Sementara itu, pengembangan Bandara Busung, Bintan, dinilai Menhub sangat penting. Selain untuk pariwisata, pembangunan bandara ini sekaligus mendukung sektor industri di Lobam.
“Ini membuat sektor industri lebih lengkap, karena industri penerbangan tidak dapat berdiri sendiri,” terang Menhub.
Budi Karya juga menyebut, pengembangan Bandara Bsung juga menggunakan pola Kerjasama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Selain membahas pengembangan dua bandara itu, Ansar juga mengatakan, ia dan Menhub membahas sejumlah Proyek Strategis lainnya di Kepri. Antara lain, pengembangan pelabuhan Kuala Mara dan pelabuhan di Tarempa. Pelabuhan tersebut akan menjadi pelabuhan strategis yang ada di daerah perbatasan NKRI, sekaligus menjadi penunjang konektivitas antar pulau.
Selain itu dalam pertmuan ini, Gubernur juga membahas soal pengmbangan pelabuhan terpadu di kabupaten Natuna. Juga pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).
“Tujuan saya bertemu Menhub hanya satu, men-follow up semua kegiatan yang sudah direncanakan. Kita semua mau dan berharap agar berjalan lancar sesuai rencana dan harapan. Kita tidak boleh bosan mem-follow up ini,” kata Ansar.
“Tidak hanya proyek strategis nasional saja yang kita bahas dalam kesempatan ini. Tetapi juga beberapa proyek di Natuna yang dibiayai Pemprov Kepri, seperti proyek jalan di Tali Asuh dan sebagainya,” ujar Ansar.
Ansar juga mengakui sempat membahas pecepatan pengelolaan labuh jangkar di Selat Riau dan Tanjung Berakit yang pengelolaannya akan segera diserahkan kepada Pemprov Kepri berdasarkan titik wilayah yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat. (*)
Reporter: JAILANI



