
foto: Yashinta / Batam Pos
batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan pemerintah akan segera menggelar kegiatan pasar murah. Hal ini guna mengantisipasi tingginya harga sejumlah komoditi di pasar saat ini. Keresahan masyarakat semakin mengkhawatirkan, karena harga setiap hari mengalami kenaikan.
“Apa saja yang mahal?. Nanti akan saya bahas bersa Forkompinda. Karena pasa murah ini ada biaya yang dikeluarkan. Jadi saya mau cek dulu. Tapi kalau memang dibutuhkan akan segera saya gelar, nanti saya minta tim untuk bahas soal jadwal pasar murah ini,” kata Rudi saat dijumpai, Rabu (22/6).
Menurutnya, kenaikan harga komoditi pokok ini disebabkan karena faktor cuaca. Sehingga pengiriman bahan pokok ke Batam terkendala. Di sisi lain produksi hasil petani Batam tidak banyak, dan belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini.
Rencana untuk membuat lahan pertanian hingga saat ini belum bisa terealisasi dengan baik. Kendalanya adalah pemanfaatan lahan di sejumlah pulau di luar Batam tidak bisa dilakukan, karena lahan yang sudah dikuasai beberapa orang tertentu.
Pemerintah dalam hal ini BP Batam tidak bisa mengambil lahan tersebut, karena berada di luar pulau Batam. Untuk itu, keinginan untuk memiliki lahan pertanian adalah hal yang sulit untuk diwujudkan.
“Itu di luar Batam, dan sudah ada yang kuasai. Jadi kami lagi carikan solusi lain. Bagaimana agar kebutuhan cukup dan harga bisa stabil. Selama ini harus kita akui kalau semua naik pada momen tertentu, termasuk faktor cuaca ini,” ujar Rudi.
Ia menjelaskan setiap tahun, kalau musim angin pasti akan menjadi masalah untuk pasokan ke Batam. Hal ini karena kapal tidak berani berangkat, dan tidak ada yang masuk baik dari Kuala Tungkal, dari Medan.
“Kesini tidak berani. Sehingga harga ini jadi mahal, sebab pasokan terkendala pengiriman ke Batam,” sebutnya.
Mengenai MOU dengan beberapa daerah penghasil memang sudah ada, tapi penyelesaian atau bentuk realisasi dari kerja sa tersebut belum ada.
“Opsi buka lahan pertanian sudah dari dulu direncanakan, tapi tidak bisa dilakukan dengan berbagai kendala, salah satunya penguasaan lahan. Untuk operasi pasar murah akan dilakukan. Nanti dihitung dulu harga barang masuk ini. Nanti dibahas bersama melibatkan distributor juga,” tambah Kepala BP Batam ini. (*)
Reporter : YULITAVIA

