
batampos – Hujan deras memicu banjir berkepanjangan di RW 12 Kampung Tua Seibinti, Sagulung. Akibatnya, puluhan warga bersama perangkat RT/RW membongkar paksa gorong-gorong di lahan milik perusahaan di wilayah tersebut.
Aksi tersebut dilakukan karena warga menilai konstruksi gorong-gorong di lokasi itu menjadi penyebab utama tersumbatnya aliran air, sehingga permukiman mereka terendam cukup parah.
Tokoh masyarakat setempat, Rahman, mengatakan tindakan itu merupakan puncak kekesalan warga yang merasa tidak mendapat respons cepat dari pemerintah.
Baca Juga: Titik Rawan Banjir Dipetakan, Penanganan Dikebut, BP Batam Cari Dukungan Pusat
“Pemerintah tak kunjung datang. Jadi, perangkat RT, RW, tokoh masyarakat, dan warga yang terdampak banjir berpartisipasi bergerak bersama. Kami bongkar paksa agar arus air dapat langsung mengalir ke laut,” ujarnya.
Menurut Rahman, keberadaan bangunan milik PT Lois & Tiger Trans maupun instansi terkait dinilai tidak memperhatikan dampak lingkungan, khususnya sistem drainase bagi warga sekitar.
“Kami minta pemerintah maupun pihak perusahaan segera melakukan evaluasi permanen terhadap sistem drainase ini agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.
Sementara itu, Suryadi, salah seorang warga, mengungkapkan banjir di kawasan tersebut hampir selalu terjadi setiap kali hujan deras mengguyur. Bahkan, ketinggian air disebutnya bisa mencapai lutut orang dewasa.
“Kami hanya ingin air mengalir lancar. Kalau hujan terus seperti ini dan saluran tersumbat, warga kami yang paling menderita,” katanya.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan melakukan peninjauan lapangan serta perbaikan drainase secara menyeluruh guna mencegah banjir berulang di kawasan tersebut. (*)



