
batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mulai menyalurkan insentif bagi Ketua RT, RW, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) pada Selasa (11/3). Penyaluran secara simbolis dilakukan dalam acara silaturahmi yang berlangsung di Golden Prawn, Bengkong.
Setiap penerima mendapatkan insentif sebesar Rp3 juta untuk tiga bulan. Selain sebagai bentuk apresiasi kepada para RT, RW, dan LPM atas kontribusi mereka dalam membangun komunitas, momen ini juga bertujuan memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, terutama setelah periode Pilkada yang lalu.
“Suasana menjelang lebaran ini menjadi momen yang tepat untuk melaksanakan silaturahmi dan memberikan penghargaan kepada mereka yang telah bekerja keras. Selain itu, kami juga ingin mendengarkan langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujar Amsakar.
Baca Juga: Aman: Jika Tak Masuk RPJMN, PSN Rempang Eco City Mestinya Dihentikan
Dalam dialog yang berlangsung, warga menyampaikan berbagai permasalahan, mulai dari pelebaran jalan, persoalan lingkungan seperti pasokan air bersih, hingga kebutuhan fasilitas pendidikan, seperti ruang kelas baru dan beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menanggapi aspirasi masyarakat, Amsakar mengumumkan kebijakan baru di sektor pendidikan. Pemko Batam akan menyiapkan beasiswa bagi anak-anak yang tidak tertampung di sekolah negeri serta memberikan subsidi biaya pendidikan (SPP) bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang bersekolah di sekolah swasta.
Besaran subsidi yang diberikan bervariasi, yaitu Rp200 ribu hingga Rp250 ribu untuk jenjang SD dan Rp250 ribu hingga Rp300 ribu untuk SMP. Dia juga meminta Dinas Pendidikan (Disdik) untuk bernegosiasi dengan sekolah-sekolah swasta agar biaya pendidikan lebih terjangkau.
“Saya minta Dinas Pendidikan untuk bernegosiasi dengan sekolah-sekolah swasta agar biaya ini bisa lebih terjangkau, bahkan jika perlu diberikan diskon lebih besar lagi untuk keluarga tidak mampu,” katanya.
Baca Juga: 7 PSN di Kepri sesuai Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025
Amsakar turut membeberkan kebijakan pengalihan anggaran demi kepentingan masyarakat. Anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk pembelian kendaraan dinas akan digunakan untuk program yang lebih bermanfaat, seperti beasiswa dan peningkatan fasilitas pendidikan.
“Saya dan Ibu Wakil Wali Kota telah sepakat untuk tidak membeli mobil dinas baru, karena anggaran tersebut akan lebih baik digunakan untuk kepentingan masyarakat. Kami akan menggeser anggaran ke kebutuhan yang lebih mendesak,” ujar dia.
Ia mengajak perangkat RT/RW untuk lebih aktif dalam menyampaikan kebutuhan masyarakat kepada pemerintah. Menurutnya, dengan kerja sama yang erat antara pemerintah dan masyarakat, berbagai permasalahan dapat diselesaikan secara lebih efektif dan tepat sasaran.
“Peran RT dan RW sangat penting dalam menyampaikan hal-hal yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat. Mari bersama-sama kita wujudkan Batam yang lebih maju dan sejahtera,” katanya. (*)
Reporter: Arjuna



