Kamis, 15 Januari 2026

Pemko Batam Dorong Museum Raja Ali Haji Lebih Edukatif dan Informatif, Konsep Digital Disiapkan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pengunjung melihat benda-benda bersejarah yang ada di Museum Raja Ali Haji Batam. Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam terus berupaya meningkatkan kualitas destinasi wisata sejarah. Salah satu fokus pembenahan diarahkan ke Museum Raja Ali Haji yang dinilai masih menjadi destinasi favorit wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Ardiwinata mengatakan museum tersebut ke depan akan menjalani pemugaran dan pengembangan konsep agar lebih informatif dan edukatif bagi pengunjung.

“Museum ini baru berusia sekitar empat hingga lima tahun, jadi kami terus berbenah. Salah satu kritik yang kami terima adalah kurangnya informasi yang disajikan. Ke depan akan kami lengkapi dengan studio mini, sistem informasi berbasis digital, serta penambahan koleksi,” ujar Ardiwinata, Kamis (25/12).

Menurutnya, Museum Raja Ali Haji telah masuk dalam itinerary perjalanan sejumlah biro perjalanan wisata. Museum ini beroperasi setiap hari pukul 10.00 hingga 17.00 WIB, namun tetap dapat dibuka di luar jam operasional berdasarkan permintaan khusus.

“Kalau by request, bahkan tengah malam pun bisa kami buka. Ada retribusi sesuai ketentuan,” jelasnya.

Berdasarkan data rekapitulasi kunjungan Museum Raja Ali Haji Batam tahun 2025, jumlah pengunjung menunjukkan angka yang cukup signifikan.

Pada Semester I 2025, total pengunjung tercatat mencapai 5.269 orangterdiri dari pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, peneliti, hingga wisatawan asing.

Jumlah kunjungan tertinggi tercatat pada Februari 2025 dengan 1.552 pengunjung disusul Januari sebanyak 1.322 pengunjung dan Juli sebanyak 1.023 pengunjung.

Museum sempat tutup pada Oktober 2025, sementara data kunjungan Semester II masih dalam proses rekapitulasi.

Kunjungan wisatawan asing juga tercatat cukup dominan pada beberapa bulan tertentu, menandakan museum ini memiliki daya tarik tersendiri bagi turis mancanegara yang ingin mengenal sejarah dan budaya Batam serta Kepulauan Riau.

Ardiwinata berharap, melalui pembenahan berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi digital, Museum Raja Ali Haji yang mengangkat tokoh besar Melayu, Raja Ali Haji, dapat semakin memperkuat daya tarik wisata sejarah dan budaya Batam di mata wisatawan domestik maupun mancanegara. (*)

ReporterAziz Maulana

Update