
batampos – Pemerintah Kota Batam kembali mengevaluasi capaian pajak dan retribusi daerah. Berdasarkan siependa.batam.go.id capaian PAD masih belum sesuai dengar target yang diharapkan.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan sejumlah upaya dilakukan guna memaksimalkan capaian PAD di semester kedua ini. Salah satu yang dilakukan saat ini adalah relaksasi pajak. Hal ini bertujuan untuk menarik wajib pajak, terutama yang menunggak untuk membayarkan kewajiban mereka terhadap daerah.
Saat penyusunan APBD tahun 2022, pergerakan ekonomi menjadi salah satu faktor yang diharapkan bisa meningkatkan capaian PAD. Selain itu penghitungan potensi terhadap semua sektor penghasil juga dilakukan. Namun kenyataanya di semester pertama capaian masih belum sampai 50 persen dari target APBD. Sehingga perlu dilakukan perubahan.
“Masing-masing OPD mengusulkan target mereka. Namun Pemko punya pertimbangan untuk menerapkan target di sektor penghasil. Termasuk soal parkir tepi jalan yang capaiannya cukup jauh dari target,” ujar Amsakar, Rabu (24/8).
Parkir tepi jalan mengalami lompatan target yang cukup jauh dari tahun sebelumnya. Pertimbangan pemulihan ekonomi yang sudah mulai terjadi diharapkan turut berdampak terhadap capaian parkir ini. Namun kenyataan di semester pertama dari target Rp 40 miliar baru tercapai sekitar Rp 3 miliar.
“Untuk itu dilakukan penyesuaian ulang. Beberapa sektor penghasil direvisi targetnya. Dan diharapkan di semester kedua ini bisa memperlihatkan hasil yang lebih baik,” jelasnya.
Ia menjelaskan, untuk melihat tren pendapatan asli daerah dilakukan berdasarkan evaluasi yang dilakukan setiap tiga bulan bulan atau satu semester. Hal ini didalami oleh tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). Penetapan target di APBD-P dihitung berdasarkan capaian di semester pertama.
“Hasil yang didapatkan di semester pertama dikali dua. Ini lah yang menjadi acuan di perubahan. Dan biasanya itu relatif sesuai dengan kondisi objek,” imbuhnya.
Terkait penyerahan pengelolaan parkir kepada pihak swasta, Amsakar optimis hal ini bisa menutup kebocoran yang ada selama ini. Nantinya pengelolaan parkir akan menggunakan teknologi, dan tidak lagi cara konvensional.
Penggunaan jasa pihak swasta ini jus dibarengi dengan data analisis dan potensi target parkir yang bisa didapatkan di semua titik parkir yang ada. Pihak swasta diharapakan bisa mengoptimalkan pendapatan dari parkir ini.
“Insha Allah, tingkat kebocoran yang ada sela ini bisa ditutup. Kami sangat optimis capaian meningkat, dan tentu berdampak terhadap PAD kita ke depannya,” tutup Amsakar. (*)
Reporter : YULITAVIA



