Jumat, 13 Maret 2026

Pemko Batam Gelar Pasar Murah di 10 Kecamatan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pasar sembako murah yang digelar Pemko Batam beberapa waktu lalu diserbu warga Sagulung. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam bersama distributor berencana menggelar kegiatan pasar murah dalam waktu dekat ini. Rencananya pasar murah akan digelar di 10 kecamatan yang bisa dijangkau melalui perjalanan darat.

Kepala Bagian Perekonomian Setdako Batam, Zul Arif, mengatakan kegiatan ini dilakukan guna menekan kenaikan harga komoditi, pasca kenaikan harga BBM. Sembilan kecamatan yang ada di mainland dan termasuk Galang akan menjadi titik pelaksanaan.

Pelaksanaan pasar murah ini akan digelar sebanyak 20 kali dalam satu bulan. Saat ini, pihaknya bersama distributor tengah menghitung biaya operasional, dan mitra yang akan bergabung dalam operasi pasar murah tersebut.

“Sedang kami hitung berapa nanti kebutuhan dan persediaan bahan pokok yang bisa kami jual selama kegiatan tersebut,” ujarnya.

Untuk komoditi kebutuhan bahan pokok, Zul menyebutkan, rencananya akan menyediakan cabai merah, bawang merah, beras, minyak makan, dan kebutuhan yang dinilai memang dibutuhkan masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan bisa menekan pergerakan harga di pasar. Pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga di pasar. Intervensi yang dilakukan ini diharapkan bisa memberikan dampak keringanan terhadap kebutuhan warga saat ini.

Ia berharap dengan keberadaan pasar murah ini bisa menekan lonjakan inflasi hingga akhir tahun nanti. Sehingga dampak kenaikan harga BBM bagi mereka yang terdampak bisa teratasi, dengan solusi yang dilaksanakan oleh TPID Kota Batam.

“Solusi untuk saat ini, itu yang bisa diambil. Intinya kami upayakan menjaga agar Batam ini kondusif,” ujarnya.

Di sisi lain, warga mulai merasakan dampak kenaikan harga BBM yang disertai kenaikan harga sejumlah barang kebutuhan. Tidak sedikit masyarakat yang mulai kewalahan dengan situasi yang sulit ini. Rutinitas harian banyak yang terbengkalai, bahkan porsi makanan keluarga dikurangi.

Mirna warga Marina, Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, sepekan ini sudah memberhentikan langganan ojek untuk antar dan jemput anaknya ke sekolah. Dia dan suaminya harus berjuang membagi waktu mereka sebagai pedagang pasar kaget untuk tetap mengantar ataupun menjemput anak di wilayah Sagulung. Itu karena keduanya sudah tak mampu lagi membiayai ojek langganan sang anak.

“Apa-apa pada mahal jadi mikir-mikir untuk pengeluaran yang bisa dicegah. Untuk anak ya terpaksa kami harus bagi waktu biar bisa antar dan jemput sendiri. Kemarin-kemarin memang ada ojek langganan tapi tak sanggup lagi sekarang,” katanya.

Begitu juga dengan Nurmala, warga Kampung Harapan, Kelurahan Tanjunguncang. Semenjak BBM naik dan disertai naiknya barang kebutuhan pokok, dia dan keluarga kecilnya mulai mengatur ulang porsi dan jadwal makan keluarga di rumah. Sehari biaya belanja lauk dibatasi Rp 20 ribu. Tahu, tempe dan sedikit ikan harus diatur dengan baik agar bertahan sampai makan malam.

Rusdi, pekerja galangan kapal di Tanjunguncang, mengatakan sangat keberatan dengan kebijakan kenaikan BBM ini. Kebijakan ini menyengsarakan masyarakat seperti dirinya, sebab upah dari perusahaan tidak ikut naik. “Gimana ya, susah jadinya karena pengeluaran di rumah semakin membengkak. Kalau seandainya gaji ikut naik tak apa. Ini gaji pas-pasan pengeluaran yang bengkak,” ujarnya. (*)

 

 

 

Reporter: YULITAVIA, EUSEBIUS SARA

 

SALAM RAMADAN