Selasa, 10 Maret 2026

Pemko Batam Intensifkan Operasi Pasar Murah Langkah Mengendalikan Inflasi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pasar sembako murah yang digelar di Kecamatan Sagulung pada Senin (9/2) pag lalu.. F. M Sya’ban/ batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah menggelar operasi pasar murah di berbagai wilayah.

Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat dalam upaya pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Nasional yang dipimpin Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, di Balairung Wan Seri Beni, Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, Senin (9/3). Pertemuan tersebut juga dirangkaikan dengan rapat lintas sektoral bersama Forkopimda terkait kesiapan pelayanan Idulfitri.

Amsakar menyebut, Pemko Batam akan memperkuat koordinasi dengan Forkopimda serta instansi terkait guna memastikan langkah pengendalian inflasi dapat berjalan efektif.

“Berbagai arahan dalam rapat koordinasi ini akan segera kami tindak lanjuti di daerah. Koordinasi dengan Forkopimda serta seluruh pihak terkait akan terus diperkuat agar langkah pengendalian inflasi berjalan optimal,” ujarnya.

Operasi pasar murah akan diperluas pelaksanaannya sebagai bentuk intervensi pemerintah daerah untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat.

“Melalui operasi pasar murah, kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Idulfitri,” kata dia.

Dalam rapat tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa inflasi nasional hingga Februari 2026 tercatat sebesar 4,76 persen. Sementara inflasi di Provinsi Kepulauan Riau berada pada angka 3,45 persen, yang menempatkan daerah itu sebagai salah satu provinsi dengan tingkat inflasi terendah secara nasional.

Tito meminta pemerintah daerah mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga, terutama ketika permintaan masyarakat meningkat menjelang hari besar keagamaan.

“Inflasi harus kita kendalikan bersama. Daerah perlu melakukan langkah konkret seperti operasi pasar, inspeksi pasar, serta memperkuat kerja sama antardaerah agar harga kebutuhan pokok tetap stabil,” ujarnya.

Ia juga mendorong kepala daerah memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Forkopimda, distributor, asosiasi pengusaha hingga pengelola pasar, guna memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok di daerah.

“Jika terjadi kenaikan harga, pemerintah daerah dapat melakukan intervensi melalui gerakan pasar murah,” katanya.

Selain isu pengendalian inflasi, Pemko Batam juga menyiapkan langkah koordinatif untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama periode mudik dan perayaan Idulfitri.

“Kami juga memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan pengamanan berjalan optimal sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman, tertib, dan nyaman,” ujar Amsakar.

Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, sekitar 143,91 juta orang atau 50,60 persen penduduk Indonesia diperkirakan melakukan perjalanan mudik pada Idulfitri tahun ini.(*)

ReporterArjuna

SALAM RAMADAN