
batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam kembali mengeruk drainase induk di wilayah Kecamatan Batuaji. Drainase induk yang tertimbun sampah dan lumpur saat banjir di hari dan malam pergantian tahun lalu akan dinormalkan.
Camat Batuaji Ridwan menyebutkan, pekerja dan alat berat dari Dinas Bina Marga sudah mulai bekerja di dua lokasi yakni drainase induk di Kelurahan Buliang tepatnya dekat perumahan Kodim dan drainase induk di Kelurahan Bukit Tempayan, tepatnya di depan Perumahan Sierra atau belakang Mitra Mall.
Dua drainase ini sudah dalam kondisi tak normal karena hantaman banjir yang cukup besar di malam pergantian tahun. Drainase kembali menyempit akibat sampah dan tanah yang terbawa arus.
“Untuk saat ini baru dua lokasi itu. Sudah cukup lebar dua drainase induk itu hanya saja terjadi penyempitan akibat banjir kali lalu. Itu mau dinormalkan lagi, ” katanya.
Dua drainase induk ini menjadi kunci kelancaran aliran air di wilayah Kelurahan Buliang dan Bukit Tempayan. Jika tersumbat dan tak lancar makan hujan sedikit saja maka banyak pemukiman dan ruas jalan yang terendam banjir.
“Makanya disitu yang ditangani dulu. Nanti baru dilanjutkan ke lokasi lain, ” kata Ridwan.
Saat hujan deras di hari dan malam pergantian tahun, separuh wilayah Batuaji terendam banjir. Banjir bahkan masuk sampai ke rumah warga. Banyak warga yang kerepotan karena harus berjibaku dengan genangan air. Arus lalulintas juga macet total.
Pemko Batam terus bertekad untuk memerangi persoalan banjir ini sehingga secara berkelanjutan akan membenahi semua sistem drainase yang ada.
“Pemko terus berupaya untuk mengatasinya, tinggal kesadaran masyarakat saja untuk menjaga sistem drainase yang ada dengan cara tidak membuang sampah sembarangan,” kata Ridwan. (*)
Reporter : Eusebius Sara



