Senin, 19 Januari 2026

Pemko Batam Salurkan Bantuan Rp7,5 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatra

spot_img

Berita Terkait

spot_img
TERDAMPAK PARAH: Tampak rumah-rumah yang rusak akibat banjir di Desa Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Selasa (2/12). Foto. jawapos.com

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menunjukkan kepedulian terhadap korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dengan menyalurkan bantuan dana sebesar Rp7,5 miliar. Bantuan tersebut ditujukan untuk tiga provinsi yang terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Masing–masing provinsi menerima Rp2,5 miliar sebagai bentuk dukungan dan solidaritas Batam untuk meringankan beban para korban.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam, Raja Azmansyah, di acara Sosialisasi Perubahan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) serta Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam di Hotel AP Premier Batam, Jumat (5/12), mengatakan bahwa langkah ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk hadir dalam situasi kemanusiaan dan memberikan kontribusi nyata kepada saudara–saudara sebangsa yang sedang tertimpa musibah. Menurutnya, Wali Kota Batam menegaskan bahwa bantuan ini bukan hanya bentuk perhatian pemerintah, tetapi juga wujud kebersamaan masyarakat Batam.

Baca Juga: PELNI Gratiskan Pengiriman Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera Utara dari Seluruh Indonesia

Raja Azmansyah menjelaskan, bahwa Batam juga mendapat tugas sebagai koordinator pengumpulan bantuan dari berbagai elemen masyarakat. Pemko Batam akan memonitor sumbangan yang disalurkan oleh pelaku usaha, lembaga sosial, dan masyarakat umum agar tercatat dengan baik. Pendataan ini menjadi penting untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran dan terlaporkan secara terbuka.

Ia menuturkan bahwa pengumpulan dana juga berasal dari dunia usaha, termasuk sektor perbankan, perhotelan, kuliner, dan bidang lain yang ingin berpartisipasi. Seluruh bentuk donasi diminta untuk dilaporkan kepada pejabat terkait guna direkap dan disatukan dalam laporan total sumbangan yang dihimpun Kota Batam. Melalui sistem pencatatan ini, Pemko Batam berharap nilai kontribusi masyarakat dapat terdokumentasi secara menyeluruh.

“Siapa pun yang melakukan pengumpulan dana, baik perusahaan maupun komunitas, kami harapkan dapat melaporkan agar dapat direkap dan direkonsiliasi. Dengan begitu kita bisa mengetahui total sumbangan dari masyarakat Batam untuk korban bencana,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dana bantuan juga dapat disalurkan karena tingginya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. Penerimaan daerah yang baik membuat pemerintah mampu mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan darurat, termasuk untuk membantu korban bencana alam di Tanah Rencong, Tanah Minang, serta Sumatera Utara.

Dana solidaritas ini diharapkan dapat membantu pemulihan di daerah yang terdampak bencana. Pemerintah Kota Batam menekankan bahwa penyaluran ini merupakan bagian dari peran moral daerah terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat di wilayah lain yang tengah mengalami kesulitan.

Raja Azmansyah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungan, khususnya sektor perbankan yang telah berperan dalam mendorong terbentuknya sistem pengelolaan transaksi dan donasi yang lebih tertata. Ia meyakini bahwa kolaborasi ini dapat memperkuat semangat membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada lembaga perbankan yang terus mendukung upaya elektronifikasi sistem keuangan daerah, serta partisipasinya dalam gerakan kemanusiaan ini,” tambah Azmansyah.

Menurutnya, dukungan tersebut memberi ruang bagi pembangunan Batam agar terus berkembang dengan tata kelola yang semakin baik.

Dengan tersalurkannya bantuan ini, Pemko Batam berharap masyarakat Sumatra yang terkena bencana dapat segera bangkit dan pulih. Pemerintah juga membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi warga Batam yang ingin turut menyumbangkan bantuan dalam bentuk apa pun demi meringankan penderitaan para korban. (*)

Reporter: Arjuna

Update