
batampos – Pemko Batam menyebar sebanyak 1600 tenaga pendamping untuk membantu meminimalisir angka stunting di Batam. Hal itu pun dapat terbukti, 2 tambahan Kelurahan di Batam dinyatakan bebas stunting.
Ketua Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Amsakar Achmad, mengatakan, total jumlah Kelurahan di Batam yang bebas stunting menjadi 8. Dimana tahun 2022, hanya terdapat 6 Kelurahan di Batam yang bebas stunting.
“Tahun 2023 sudah delapan kelurahan yang bebas stunting,” kata Amsakar usai menghadiri sidang paripurna.
Menurutnya, ada 1.600 tenaga pendamping yang tersebar di seluruh Batam untuk meminimalisir angka stunting. Sebanyak 21 Puskesmas juga diminta untuk membuat karya dan postingan kreatif, sebagai salah satu langkah pencegahan stunting.
Baca Juga: Pipa Air Spam Kembali Bocor, Sejumlah Area Terdampak Suplai Air Bersih
“Selain ada tenaga pendamping, kami juga dibantu Ormas,” sebutnya.
Dikatakan Amsakar, Kota Batam telah melaksanakan berbagai program dan kegiatan untuk menekan angka stunting.
Di antaranya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang, pemberian makanan bergizi pada balita.
“Kemudian juga ada pembinaan serta pelatihan bagi kader posyandu dan kader kelurahan siaga,” jelas Amsakar.
Baca Juga: Pipa Air Spam Kembali Bocor, Sejumlah Area Terdampak Suplai Air Bersih
Wakil Wali Kota Batam itu berharap, pencegahan stunting juga butuh bantuan dari semua pihak, termasuk masyarakat.
Meski begitu pihaknya juga terus memberi edukasi kepada masyarakat, pemantauan kesehatan anak, serta memberikan dukungan dan akses kepada ibu hamil dan balita.
“Mudah-mudahan dari waktu-waktu ini bisa diminimalisir, dan caranya adalah bergerak bersama seluruh tim yang sudah masuk dalam percepatan penurunan stunting, memberikan pemahaman lebih awal kepada masyarakat,” kata Amsakar.
Baca Juga: Disdukcapil Kota Batam Belum Penuhi Standar Pelayanan
Masih kata Amsakar, capaian Kota Batam dalam penanganan stunting ini tidak hanya berdampak positif pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga pada perkembangan kognitif dan mental mereka.
“Kesehatan anak merupakan salah satu prioritas utama kita. Kami ingin memastikan setiap anak memiliki kondisi yang optimal untuk tumbuh dan berkembang, ” pungkasnya.(*)
Reporter: Yashinta



