Sabtu, 3 Januari 2026

Pemko Batam Subsidi Minyak Goreng, Harga Jadi Rp 10 Ribu

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Operaso Pasar khusus minyak goreng murah yang digelar Pemko Batam di Villa Pesona Asri. Di lokasi tersebut minyak goreng dijual Rp10 ribu perliter. Foto: Pemko Batam untuk Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam kembali menggelontorkan minyak goreng murah. Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat yaitu satu harga untuk minyak goreng. Saat ini harga minyak goreng dijual Rp 14 ribu satu liternya.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan Pemerintah Kota Batam langsung mengeksekusi program dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat. Harga dari pemerintah pusat itu Rp 14 ribu.

“Namun Pak Wali bersama Distributor memberikan subsidi dengan menjual minyak goreng Rp 10 ribu per liter. Jadi lebih murah lagi,” kata dia usai meninjau operasi pasar minyak goreng di Batamcenter, Kamis (20/1).

Baca Juga: Ibu Hamil dan Anak Kecil Ikut Berdesakan Demi Minyak Goreng Murah

Ia mengatakan saat ini minyak goreng sudah dijual satu harga yaitu Rp 14 ribu per liter di ritel moderen. Sementara untuk pasar tradisional belum merata. Hal ini akan dibahas Disperindag bersama distributor minyak.

“Apakah ada kebijakan yang bisa memudahkan pedagang minyak di pasar tradisional. Karen ini kan subsidi. Jadi lebih lanjut bisa di Disperindag mungkin. Kalau saya inginnya satu harga semua,” harap Amsakar.

Saat ini ada enam ribu liter minyak goreng yang disiapkan kepada masyarakat yang tinggal di kelurahan Belian atau Pesona Indah ini,” ujarnya.

Program ini sudah dua kali digelar, total bantuan minyak dari pemerintah 30 ribu liter, dan sudah didistribusikan untuk membantu masyarakat yang kesulitan membeli minyak goreng karena kenaikan harga.

“Selain itu ini juga upaya menekan inflasi. Jangan sampai angka kenaikan minyak ini berlangsung lama. Untuk itu, pusat langsung mengeluarkan kebijakan, termasuk untuk Batam ini,” terangnya.

Ia berharap penurunan harga minyak ke kondisi normal ini bisa meringankan beban masyarakat. Karena saat ini komoditi masih mengalami kenaikan. Ke depan tugas pemerintah adalah menekan harga dan menjamin pasokan ke Batam lancar.

“Salah satunya kerja sama dengan Pemerintah Simalungun yang sudah menekan MoU beberapa hari lalu. Mudah-mudahan harga bisa terkendali,” tambahnya. (*)

Reporter : YULITAVIA

Update