Senin, 12 Januari 2026

Pemko Batam Tanggapi Serius Keresahan Warga soal Harga Bahan Pokok

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Penjual daging di Pasar Mega Lengenda, Batam. F. Juliana Belence

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menegaskan telah mengambil sejumlah langkah strategis untuk merespons kenaikan harga bahan pokok, khususnya daging sapi beku dan komoditas lain seperti cabai dan sayur-sayuran.

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Firmansyah, menyampaikan bahwa pihaknya tidak tinggal diam menghadapi gejolak harga yang dikeluhkan masyarakat.

“Berdasarkan pemantauan kami, secara umum harga kebutuhan pokok di Batam masih relatif stabil. Tapi memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan karena persoalan distribusi dan ketersediaan stok,” ujarnya, Selasa (5/8).

Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan adalah daging sapi beku, yang saat ini menyentuh harga Rp115 ribu per kilogram di pasar tradisional. Menurut Firman, hal ini disebabkan minimnya stok di gudang distributor, bukan karena permainan harga di tingkat pedagang.

Baca Juga: Kurir Narkoba Lompat ke Laut, Nyaris Tewas Tenggelam Saat Mencoba Kabur

Merespons hal itu, Pemko Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) telah menjalin koordinasi erat dengan Asosiasi Distributor dan Bulog Batam. Langkah ini dilakukan untuk menjamin keterjangkauan harga serta ketersediaan barang di pasar.

“Koordinasi juga dilakukan dengan BP Batam, Bea Cukai, Balai Karantina, dan instansi terkait lainnya. Kami bahkan mengusulkan agar Batam menjadi pintu masuk impor daging sapi atau kerbau beku langsung dari Brasil dan India, yang lebih murah dibanding sumber lain,” katanya.

Langkah konkret lain yang tengah dijalankan ialah pemantauan harga secara berkala di pasar-pasar utama, termasuk pengawasan stok di gudang-gudang distributor. Disperindag mencatat tren harga dari pekan ke pekan untuk mendeteksi potensi lonjakan sedini mungkin.

Dari data harga bahan pokok tanggal 4 Agustus, terlihat harga cabai merah keriting di Pasar Mega Legenda menyentuh Rp50.000/kg, naik dari Rp38.000 sepekan sebelumnya. Cabai rawit merah stabil di angka Rp55.000-Rp58.000/kg, sementara sayuran seperti sawi hijau dan kangkung naik hingga 80 persen di beberapa pasar.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemko Batam juga bakal menggelar operasi pasar murah, khususnya menjelang hari-hari besar keagamaan. Kegiatan ini menjadi penyeimbang pasar agar tidak terlalu didikte oleh fluktuasi pasokan dari luar daerah.

Baca Juga: Kerap Terlibat Kecelakaan di Batam, Polisi Belum Bisa Menindak Truk Pengangkut Tanah

Selain itu, program sembako bersubsidi terus digulirkan. Firman menyebut, bantuan ini menyasar masyarakat kurang mampu dan juga berperan sebagai instrumen pengendalian inflasi di daerah.

Pemko Batam pun aktif menjalin kerja sama antar daerah dengan wilayah penghasil bahan pangan strategis seperti cabai, telur, daging, dan sayuran. Skema ini bertujuan memastikan pasokan tetap lancar meskipun pasaran nasional mengalami tekanan.

“Yang penting, kami tidak hanya reaktif tetapi juga membangun sistem jangka panjang agar masyarakat Batam bisa mengakses pangan murah dan berkualitas,” kata dia. (*)

 

Reporter: Arjuna

Update