
batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menargetkan efisiensi anggaran sebesar Rp129 miliar sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Hingga tahap awal, Pemko Batam telah berhasil menghemat sekitar Rp85 miliar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin Hamid, menyebut bahwa pihaknya masih perlu memangkas anggaran sekitar Rp43 miliar untuk mencapai target efisiensi yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, perangkat daerah diminta untuk terus menyisir belanja yang tidak prioritas.
“Kami telah melakukan pemotongan anggaran tahap awal sebesar Rp85 miliar. Untuk mencapai target Rp129 miliar, masih dibutuhkan efisiensi tambahan sekitar Rp43 miliar,” kata dia, Jumat (28/2).
Baca Juga: Program MBG di Batam Bertambah, Kini Menjangkau 13 Sekolah
Efisiensi dilakukan dengan memangkas belanja perjalanan dinas, sewa hotel, alat tulis kantor, cenderamata, serta menghapus kegiatan yang tidak memiliki skala prioritas sesuai dengan arahan Inpres tersebut.
Untuk itu, Pemko Batam menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah agar kembali melakukan penyisiran anggaran guna meningkatkan jumlah belanja yang dapat diefisiensikan. Langkah ini dapat membantu menyeimbangkan keuangan daerah tanpa mengganggu pelayanan publik.
Selain efisiensi belanja, pemerintah setempat juga berupaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Seluruh dinas penghasil diminta untuk lebih aktif dalam meningkatkan penerimaan daerah, terutama dari sektor pajak dan retribusi.
“Perangkat daerah penghasil telah melakukan berbagai inovasi dan terobosan guna meningkatkan pajak dan retribusi daerah,” kata Jefridin.
Objek pajak yang menjadi fokus optimalisasi pendapatan daerah mencakup Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak parkir, Pajak Penerangan Jalan (PJU), pajak reklame, serta berbagai pajak daerah lainnya.
Baca Juga: Harga Santan Melonjak di Batam, Eksportir Akan Dipanggil untuk Stabilkan Pasokan
Langkah ini kemungkinan mampu menyeimbangkan kebutuhan anggaran tanpa harus mengorbankan program-program strategis yang sudah direncanakan sebelumnya.
Pemko Batam juga akan terus memantau pelaksanaan efisiensi di masing-masing perangkat daerah untuk memastikan bahwa penghematan dilakukan secara efektif dan tidak menghambat operasional pemerintahan.
Dengan kombinasi strategi efisiensi dan optimalisasi PAD ini, pemerintah optimistis dapat mencapai target penghematan Rp129 miliar sesuai dengan amanat Inpres tersebut. (*)



