Kamis, 5 Maret 2026

Pemprov Kepri Dorong UMKM Syariah Naik Kelas Melalui Program Kurma 2026

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

Pemprov Kepri, Bank Indonesia dan Pelaku UMKM foto bersama dalam program Kurma 2026. F istimewa

batampos -Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kembali memanfaatkan momentum Ramadan untuk menggerakkan ekonomi syariah dan pelaku usaha kecil. Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura membuka Kepulauan Riau Ramadan Fair (Kurma) 2026 di One Batam Mall, Kota Batam, Rabu, (4/3).

Memasuki tahun ketiga pelaksanaan, kegiatan ini diposisikan sebagai ruang promosi sekaligus penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Kepulauan Riau.

Selama sepekan, 2–8 Maret 2026, berbagai kegiatan digelar mulai dari bazar produk halal, temu bisnis pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) syariah, hingga layanan sertifikasi halal.

Nyanyang mengatakan, Kurma bukan sekadar kegiatan seremonial Ramadan. Pemerintah daerah ingin menjadikannya sebagai instrumen untuk mendorong UMKM lokal masuk ke dalam rantai ekonomi syariah yang lebih luas.

“Ekonomi Kepri saat ini tumbuh 7,8 persen, tertinggi ketiga secara nasional. Pertumbuhan ini harus kita jaga agar tetap inklusif dan berkelanjutan,” kata Nyanyang.

Ia menilai penguatan ekonomi syariah dapat menjadi salah satu cara memperluas pemerataan pertumbuhan ekonomi di daerah. Karena itu, pemerintah daerah mendorong kolaborasi antara pelaku usaha, lembaga keuangan, serta pemangku kepentingan lain melalui Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah.

Kurma 2026 juga menghadirkan beragam kegiatan edukatif dan promosi. Selain bazar Ramadan yang menjual produk halal seperti wastra dan makanan olahan, panitia menyelenggarakan seminar ekonomi syariah, festival fashion show, bedah buku, serta sosialisasi ZISWAF—zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

Sejumlah kompetisi turut meramaikan kegiatan ini, antara lain lomba nasyid, lomba konten ekonomi syariah, cerdas cermat, dan lomba mewarnai bagi anak-anak.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau Rony Widijarto mengatakan, meskipun perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian, Kepri tetap mencatat pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi dengan tingkat inflasi yang terjaga.

Menurut dia, aktivitas industri dan investasi di Batam menjadi salah satu motor penggerak utama ekonomi daerah. Namun, ia berharap manfaat pertumbuhan tersebut dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

“Prinsip ekonomi syariah menekankan pemerataan dan keberlanjutan. Karena itu, penguatan sektor UMKM menjadi sangat penting,” ujar Rony.

Dalam rangka menyambut Ramadan dan Idulfitri 2026, Bank Indonesia juga menghadirkan layanan penukaran uang rupiah melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026.

Masyarakat yang ingin menukar uang baru diwajibkan melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR di situs pintar.bi.go.id, lalu datang sesuai jadwal dan lokasi yang tertera pada bukti pemesanan.

Secara nasional, Bank Indonesia menyiapkan uang kartal sebesar Rp52,6 triliun selama periode Ramadan dan Idulfitri. Dari jumlah itu, sekitar Rp1,8 triliun dialokasikan untuk layanan penukaran melalui program SERAMBI 2026.

Program tersebut rutin digelar menjelang hari besar keagamaan untuk memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar sekaligus memudahkan masyarakat yang ingin berbagi uang baru saat Lebaran.(*)

ReporterAzis Maulana

SALAM RAMADAN