Sabtu, 10 Januari 2026

Pemuda NTT Gelar Aksi Damai Kawal Sidang Kasus Kekerasan ART di PN Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Arnol, salah satu tokoh pemuda NTT bersama pemuda asal NTT saat menggelar aksi damai di depan Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (3/11) pagi. Foto. M Sya’ban/ Batam Pos

batampos – Puluhan tokoh pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi damai di depan Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (3/11) pagi. Aksi ini dilakukan menjelang sidang perdana kasus kekerasan terhadap asisten rumah tangga (ART) di kawasan Sukajadi yang sempat menghebohkan media sosial.

Dalam aksi tersebut, para peserta membawa tuntutan agar hukum ditegakkan secara adil. Mereka mendesak agar majikan korban, Roslina (44), yang menjadi terdakwa kasus penganiayaan terhadap ART bernama Intan, diproses hukum tanpa adanya intervensi.

“Kami datang untuk menegakkan keadilan bagi korban. Jangan sampai ada mafia peradilan. Hukum tidak boleh diperjualbelikan. Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas,” tegas Arnol, salah satu tokoh pemuda NTT, kepada Batam Pos usai aksi.

Baca Juga: ART Disiksa Majikan, Kasus KDRT Viral Sukajadi Mulai Disidangkan

Arnol menambahkan, pihaknya akan kembali turun aksi pada Kamis (6/11) mendatang, bertepatan dengan sidang lanjutan kasus tersebut. “Ini baru awal. Hari Kamis nanti sidang kedua, kami akan kembali melakukan aksi serupa,” tegasnya.

Menanggapi aksi tersebut, Juru Bicara Pengadilan Negeri Batam, Vabiannes Stuart Wattimena, menyampaikan bahwa proses hukum akan berjalan sebagaimana mestinya dan masyarakat diimbau untuk percaya pada mekanisme pengadilan.

“Percayalah, Pengadilan Negeri Batam adalah benteng terakhir. Semua akan dinilai berdasarkan fakta persidangan,” kata Vabiannes.

Ia menegaskan, pihaknya memahami dan menghargai aspirasi yang disampaikan oleh massa aksi. “Apapun aspirasi dari pihak korban, kami dengar. Namun semua harus tunduk pada proses hukum. Kita tidak bisa mendahului jalannya persidangan karena faktanya belum disampaikan di pengadilan,” ujarnya.

Vabiannes juga mengaku turun langsung ke lokasi setelah mendapat informasi adanya keramaian di depan PN Batam. “Sebagai juru bicara, saya harus turun menemui” kata dia. (*)

Reporter: M. Sya’ban

Update