Jumat, 16 Januari 2026

Penanganan Banjir Sagulung Dimulai, Kolam Retensi dan Normalisasi Drainase Jadi Prioritas

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Normalisasi drainase di Kelurahan Sagulung Kota. Foto. Istimewa

batampos – Pemerintah Kota Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai menindaklanjuti hasil survei lapangan yang dilakukan tim terpadu terkait penanganan banjir di Kecamatan Sagulung.

Camat Sagulung, M Hafiz Rozie, menyatakan bahwa pekerjaan teknis telah dimulai dengan pelebaran saluran di bagian hilir sungai yang melintasi Kelurahan Sagulung Kota.

“Pelebaran saluran di hilir sungai sudah mulai dikerjakan. Selanjutnya, rencana pembangunan kolam retensi di bagian hulu juga sedang disiapkan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi untuk mengurangi banjir di wilayah Kelurahan Sagulung Kota,” ujar Hafiz Rozie.

Baca Juga: LPA Batam Sebut Sekolah Berbasis Asrama Rawan Kasus Bullying dan Penganiayaan

Langkah ini diyakini akan menambah daya tampung aliran air dan mencegah meluapnya sungai ke area pemukiman.

Pelebaran saluran Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah Sagulung Kota telah dimulai sejak Senin lalu oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Kota Batam. Pekerjaan awal mencakup pelebaran hingga 10 meter di area hilir sungai, sebagai bentuk antisipasi agar air hujan dapat mengalir lebih lancar dan tidak menyebabkan genangan yang berulang.

Selain di Sagulung Kota, pengerjaan juga menyasar sejumlah titik drainase induk lainnya, termasuk pendalaman alur saluran menuju kawasan Puteri Hijau. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama antara Pemko Batam dan BP Batam untuk menormalisasi dan mengoptimalkan fungsi sistem drainase di seluruh wilayah rawan banjir.

Wilayah Sagulung dan Batuaji diketahui menjadi langganan banjir setiap musim hujan, terutama di kawasan permukiman padat dan jalan utama. Banjir seringkali disebabkan oleh sistem drainase yang tidak mampu mengalirkan air secara efektif, karena saluran tersumbat, rusak, atau bahkan tertutup bangunan liar.

Sebagai langkah awal, Pemko Batam dan BP Batam membentuk tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur, seperti TNI, Polri, Ditpam BP Batam, Satpol PP, dan perangkat kelurahan. Tim ini telah melakukan survei menyeluruh dan memetakan lokasi-lokasi kritis yang memerlukan penanganan cepat. Salah satu fokus utama adalah normalisasi saluran dan perbaikan sistem drainase induk.

Baca Juga: Kotori Jalan, Dishub Batam akan Koordinasi dengan Satpol PP untuk Tindak Truk Tanah

Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, mengungkapkan bahwa timnya menemukan belasan titik drainase bermasalah. “Permasalahan paling krusial adalah saluran tertutup dan tidak terlihat, terutama di kawasan industri. Ini akan kita evaluasi bersama untuk menentukan langkah selanjutnya,” jelasnya.

Kepala Dinas Bina Marga dan SDA Kota Batam, Suhar, menambahkan bahwa strategi jangka pendek dan panjang akan disusun, termasuk penertiban bangunan di atas saluran.

Camat Sagulung mengimbau masyarakat untuk turut berperan menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran air. “Kami harap warga bisa mendukung upaya ini dengan menjaga saluran tetap bersih. Ini demi kenyamanan dan keselamatan kita bersama,” tegasnya.

Pemerintah berharap upaya terpadu ini dapat menjadi awal dari penyelesaian menyeluruh terhadap masalah banjir di Sagulung dan sekitarnya. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Update