Selasa, 3 Februari 2026

Pencekalan Tujuh Tersangka Kasus Ledakan Kapal Federal II Diperpanjang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Jenazah korban kapal Federal II yang akan dipulangkan kepada pihak keluarga setelah di lakukan idetifikasi oleh tim DVI Polda Kepri di Rumah Sakit Bhayangkara, Kamis (16/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos — Penanganan kasus ledakan kapal Federal II milik PT ASL Shipyard kembali menunjukkan perkembangan terbaru. Hingga Senin (2/2), penyidik Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang masih menunggu hasil penelitian berkas perkara dari pihak kejaksaan.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, mengatakan berkas perkara saat ini tengah diteliti oleh jaksa penuntut umum. “Kami masih menunggu P21 dari kejaksaan. Saat ini berkas masih dalam tahap penelitian,” ujarnya.

Debby menegaskan jumlah tersangka dalam perkara ini tetap tujuh orang. Dari tujuh tersangka tersebut, empat di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) yang berasal dari unsur manajemen perusahaan. Hingga kini, tidak ada penambahan maupun pengurangan tersangka.

Adapun tujuh tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya masing-masing berinisial KDG, NAC, DR, A, MS, RP, dan BS. Seluruh tersangka berasal dari jajaran manajemen PT ASL Shipyard, mulai dari level manajerial hingga unsur yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Meski belum dilakukan penahanan, penyidik memastikan seluruh tersangka tetap berada dalam pengawasan. Untuk menjamin kelancaran proses hukum, kepolisian telah melakukan perpanjangan masa pencekalan ke luar negeri terhadap para tersangka, khususnya yang berstatus WNA.
“Perpanjangan masa cekal sudah dilakukan. Ini untuk memastikan para tersangka tidak keluar dari wilayah hukum Indonesia selama proses hukum berjalan,” tegas Debby. Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari prosedur penyidikan.

Kasus ledakan kapal Federal II sendiri terjadi pada 15 Oktober 2025 saat kapal tengah menjalani proses perbaikan di galangan PT ASL Shipyard, kawasan Tanjunguncang, Batam. Insiden tersebut menewaskan 14 pekerja dan melukai belasan lainnya.
Penyidikan perkara ini menjadi perhatian luas publik karena menyangkut dugaan kelalaian dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di industri berisiko tinggi. Polisi menegaskan proses hukum akan dituntaskan secara profesional dan transparan.

“Kami tetap fokus menunggu hasil penelitian jaksa. Setelah P21 terbit, proses akan kami lanjutkan sesuai ketentuan hukum,” tutup Debby.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lubang jalan itu berada di tengah jalur dan semakin melebar dalam beberapa hari terakhir. Pada malam hari, kondisi ini semakin berbahaya lantaran minimnya penerangan di sekitar lokasi.

Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan lubang besar tersebut menyebabkan kendaraan melambat dan mengular. Sejumlah pengendara tampak harus menghindar secara mendadak untuk menghindari lubang, sehingga memicu potensi kecelakaan beruntun.

Asrul, salah seorang pengguna jalan yang kerap melintas di kawasan tersebut, mengaku was-was setiap kali melewati jalur Sei Ladi.

“Lubangnya cukup dalam dan posisinya di tengah jalan. Kalau tidak hafal atau kurang waspada, bisa langsung terperosok. Apalagi malam hari gelap, sangat berbahaya untuk pengendara motor,” kata dia, Minggu (1/2/2026).

Ia berharap, pemerintah segera menuntaskan perbaikan agar tidak ada lagi korban berikutnya. “Jangan sampai menunggu korban bertambah. Minimal diberi tanda atau penerangan sementara supaya pengendara bisa lebih hati-hati,” tambahnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kabid Bina Marga pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA)  Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, menyampaikan bahwa perbaikan tengah dilakukan.

“Saat ini masih dalam proses pemadatan, mudah-mudahan bisa segera rampung. Kami juga bekerja sama dengan BP Batam dalam melakukan pemeliharaan jalan di seluruh Kota Batam,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi jalur tersebut, terutama pengendara sepeda motor, hingga proses perbaikan benar-benar selesai.

“Kami mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati saat melintasi jalur Sei Ladi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebelum perbaikan jalan benar-benar selesai,” kata dia. (*)

Update