Sabtu, 14 Maret 2026

Pengabdian Polda Kepri di Masa Pandemi dan Tantangannya

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wadirkrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan (dua kiri) didampingi Kasubdit III Ditrkrimsus, dan Humas Polda Kepri menunjukan barang bukti kasus dugaan korupsi dana hibah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kepri saat ekspos di Mapoldala Kepri, Senin (11/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Dua tahun lebih pandemi melanda Indonesia, termasuk di Kepri. Namun, Polda Kepri tetap memberikan pelayanan optimal, baik dari sisi keamanan, ketertiban bahkan hingga kesehatan.

Selama pandemi ini, Polda Kepri hadir ditengah-tengah masyarakat. Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Goldenhardt mengatakan hal ini bentuk pengabdian polisi, dalam menjalankan fungsinya dan ikut membantu pemerintah.

“Banyak hambatan yang kami rasakan dalam beberapa tahun, satu sisa harus menjaga kertetiban dan keamanan masyarakat, namun sisi lain kami harus membantu pemerintah dalam penanganan pandemi,” kata Harry, Kamis (30/6).

Tak hanya itu saja tantangan dari Polda Kepri. Letak geografis di Kepri yang terdiri dari pulau-pulau juga menjadi tantangan tersendiri. Bahkan, jumlah personel yang Polda Kepri masih jauh dari ide. Masih kurang dari 50 persen dari idenya jumlah anggota kepolisian di Kepri.

“Tapi itu tantangan kami, dan tidak menjadi hambatan dalam bertindak dan berbuat lebih untuk masyarakat Kepri,” ungkap Harry.

Ia mengatakan dalam pencegahan Covid-19 seluruh anggota kepolisian bergerak, untuk membantu pemerintah. Sosialisasi penerapan protokol kesehatan dilakuksan secara masif. Hasilnya, kasus Covid-19 di Kepri dapat terkendali dan menurun drastis.

Kegiatan sosialisasi, imbauan, dan ikut dalam penangana pandemi, bukan tidak memakan korban. Harry mengatakan tak sedikit anggota Polda Kepri yang terpapar Covid-19, bahkan ada yang meninggal.

Meskipun begitu, jajaran Polda Kepri tetap melakukan imbauan dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan. “Kami terus gencar, agar penanganan Covid-19 maksimal,” ungkap Harry.

Selain itu, Polda Kepri juga giat melaksanakan vaksinasi untuk masyarakat. Kegiatan yang dilakukan jajaran Polda Kepri ini, mendongkrak capaian vaksinasi di Kepri.

Harry mengatakan untuk dosis pertama vaksinasi di Kepri telah mencapai 98,08 persen, dosis kedua capaiannya 84,62 persen dan dosis ketiga 46,58 persen.

“Untuk booster, meskipun pelan jajaran Polda Kepri terus melakukan vaksinasi ke masyarakat,” tuturnya.

Harry mengatakan walaupun ikut serta membantu penanganan Covid-19, Polda Kepri tidak melupakan tugas utama mereka menjaga keamanan dan ketertiban daerah. Banyak juga kasus-kasus menonjol diselesaikan oleh Polda Kepri.

“Ada kasus skimming, korupsi dan kasus PMI ilegal, semuanya kami tuntaskan,” ujar Harry.

Kasus skimming yang merugikan masyarakat Batam hingga ratusan juta, dapat terungkap secara tuntas. Ada 3 orang tersangka ditetapkan, satu WN Bulgaria dan duanya WN Indonesia.

Selanjutnya, penanganan kasus PMI ilegal berawal dari meninggalnya belasan WNI yang mencoba masuk ilegal ke Malaysia. Polda Kepri menjemput langsung jenazah PMI yang meninggal ke Malaysia dan menyerahkan ke keluarganya.

Dari kasus ini, ada 7 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Para tersangka ini, tidak hanya warga Batam atau Kepri saja. Tersangka yang ditangkap juga berasal dari NTB.

Kasus lainnya adalah penanganan korupsi hibah di Dispora. Negara rugi miliaran rupiah akibat tindakan korupsi ini. Kasus ini dibagi polisi menjadi 4 klaster. Klaster pertama sudah diselesaikan tuntas, ada 6 orang tersangka ditangkap.

Saat ini, polisi masih mengusut 3 klaster lagi dan penyelidikannya masih terus berjalan.

Harry menyampaikan Kapolda Kepri Irjen Aris Budiman menyampaikan terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat di Kepri. “Partisipasi masyarakat, membantu kami menyukseskan program pemerintah,” ujarnya. (*)

 

Reporter : FISKA JUANDA

SALAM RAMADAN