Minggu, 15 Maret 2026

Pengajuan Pengurusan Kartu Pencari Kerja di Batam Meningkat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Pencari kerja di Batam sedang mengurus kartu pencari kerja atau AK-1 di Disnaker Batam. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Kota Batam tetap punya daya tarik dan menjadi magnet bagi para pencari kerja (pencaker) luar daerah. Hal itu dikarenakan lapangan kerja di Kota Batam, terutama dari sektor industri dinilai masih berpeluang menyerap banyak pencari kerja.

Banyaknya pencaker yang mencari kerja di Batam juga terlihat dari jumlah pengajuan pengurusan kartu pencari kerja (AK-1) di Dinas Tenaga Kerja Kota Batam. Setiap harinya ada 60 sampai dengan 70 orang yang mengajukan pengurusan AK-1 ini.

Jumlah ini semakin meningkat seiring berakhirnya ujian sekolah. Banyak mereka yang telah lulus sekolah memilih merantau ke Batam untuk mencari peruntungannya. Salah satunya Ilham, pencaker asal Jambi.

“Lulus tahun kemarin. Ke Batam karena banyak teman yang sudah kerja disini,” katanya.

Ilham mengakui sebelumnya belum pernah bekerja dan mencoba mengikuti jejak teman temannya yang sudah bekerja di Batam.

“Katanya gak sulit cari kerja di sini (Batam). Buktinya ada teman satu kampung baru 2 bulan di sini sudah bekerja,” tambahnya.

Berbeda dengan Ilham, Astrid pencaker lain yang ditemui di Disnaker mengatakan, sudah dua tahun berada di Batam. Ia mengaku baru habis kontrak dan baru akan mencari lagi pekerjaan yang baru.

“Kebetulan saya masih KTP luar. Jadi ngurus surat AK-1 ke sini,” ujarnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan, pengurusan surat AK-1 bagi KTP luar Batam di Disnaker. Sementara bagi mereka yang sudah memiliki KTP Batam di kantor kecamatan sesuai domisili.

“Ya di sini bagi KTP luar Batam saja,” ujarnya.

Rudi membenarkan jumlah pengajuan pengurusan kartu pencari kerja ini naik ketika ketika memasuki ujian akhir.

Biasanya para pencari kerja akan berdatangan dari luar daerah untuk mencari peruntungannya di Kota Batam.

“Kalau selesai ujian akhir SMA itu naik,” tuturnya.

Disinggung mengenai laporan perusahaan yang membuka lowongan ke Disnaker Batam, ia menjawab sejauh ini tidak ada lagi kewajiban perusahaan untuk melaporkan pembukaan lowongan kerja.

Hanya saja masih ada beberapa perusahaan yang melapor seperti perusahaan ekspedisi, perusahan elektronik dan perusahaan jasa lainnya.

“Hanya satu-satu yang melapor. Karena sudah tak ada kewajiban lagi. Disana mereka akan membuka spesifikasi yang dibutuhkan dan kita akan tempelkan di depan pintu masuk kantor,” ucap Rudi.

Selain itu lanjutnya, segala informasi lowongan kerja saat ini sudah ada di masing-masing media sosial seperti instagram, facebook perusahaan tersebut. “Jadi pencaker juga harus aktif mencari informasi. Jangan satu sumber saja,” pungkasnya.

Reporter: Rengga Yuliandra

SALAM RAMADAN