
batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan segera menandatangani fakta kerja sama dengan Konsorsium Angkasa Pura I, terkait kerja sama pengembangan Bandara Hang Nadim di Hotel Radison, Selasa (21/12) hari ini.
“Betul, besok ada acara tanda tangan antara konsorsium yang terdiri dari Angkasa Pura, Incheon dan Wika dengan BP Batam,” kata Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, Senin (20/12) di Gedung BP Batam.
Untuk saat ini, Tutik menyebut masih tahapan awal kerja sama. Sementara acara groundbreaking akan dilaksanakan tahun depan, dimana pihak Incheon akan membawa salah satu boyband K-Pop dari Korea.
Sebelumnya direncanakan pada saat penandatanganan pakta integritas itu, namun batal karena jadwal manggung BTS sudah penuh. “Sekitar bulan tujuh atau bulan depan nanti, acara groundbreaking,” paparnya.
Sementara itu, perkembangan lebih lanjut pengembangan bandara dijelaskan Kasubdit Pembangunan Kepelabuhanan dan Bandara, Boy Zasmita.
“Tanggungjawab BP Batam itu termasuk dalam perjanjian konsesi yakni membangun terminal kargo dan overlay landasan pacu bandara,” katanya.
Menurut perjanjian konsesi, BP Batam harus menyelesaikan kedua proyek ini sebelum groundbreaking tahun depan.
“Anggarannya lebih dari Rp 100 miliar. Ini dibuat agar bandara kita lebih internasional dan lebih bagus tentunya,” ungkapnya lagi.
Proyek pembangunan terminal kargo akan membuat jalur baru, dimana BP Batam akan membangun gedung baru di ujung jalur tersebut. Sementara gedung lama nanti, tidak akan difungsikan lagi, dan akan menjadi terminal penumpang kedua, yang nanti akan dibangun konsorsium.
“Sementara overlay landasan ini untuk penebalan landasan, agar pesawat triple seven bisa mendarat di Hang Nadim,” ucapnya.
Dalam pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam, anggota Konsorsium Angkasa Pura I memiliki perannya masing-masing. Sebagai pemimpin konsorsium, Angkasa Pura I akan bertanggung jawab dalam hal manajemen operasional dan komersial secara umum.
Sementara itu, Incheon memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam hal pemasaran dan strategi pengembangan bandara secara umum.
Sedangkan WIKA selaku BUMN bidang konstruksi yang terintegrasi dengan industri pendukungnya memiliki tanggung jawab dalam hal manajemen infrastruktur bandara.
Ke depannya, Bandara Hang Nadim akan dikembangkan untuk menjadi hub destinasi penerbangan yang lebih luas dan hub logistik serta kargo di wilayah barat Indonesia.
Lokasi Bandara Hang Nadim Batam yang cukup strategis di regional Asia Tenggara dan berdampingan dengan pelabuhan kargo dan kawasan industri membuat bandara ini cocok untuk dijadikan pusat logistik. (*)
Reporter : Rifki Setiawan



