
batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan terhadap mitra konsorsium pengelola Bandara Internasional Hang Nadim. Langkah ini menyusul lambannya progres pengembangan bandara yang menjadi salah satu proyek strategis nasional (PSN) di Kota Batam.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja konsorsium tengah dilakukan. Bahkan, persoalan ini juga akan dibahas bersama Menteri Investasi dalam waktu dekat untuk mencari solusi terbaik.
“Salah satu opsi yang kami pertimbangkan, jika ada anggota konsorsium yang memutuskan keluar, maka bisa digantikan oleh BUMN lain. Atau BP Batam sendiri menambah porsi kepemilikan saham,” ujar Amsakar, Jumat (26/9).
Namun demikian, Amsakar menegaskan bahwa persoalan utamanya bukan pada struktur kepemilikan, melainkan pada peran dan kewajiban masing-masing pihak dalam konsorsium. Ia mengaku telah menginstruksikan Deputi BP Batam untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap hambatan yang menghambat percepatan proyek bandara.
“Persoalan mendasarnya adalah bagaimana tiap pihak menjalankan peran dan tanggung jawab sesuai kesepakatan,” katanya.
Amsakar juga mengungkapkan bahwa Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) saat ini tengah melakukan audit terhadap proyek pengembangan Bandara Hang Nadim untuk mengidentifikasi secara objektif kendala di lapangan.
Tak hanya itu, informasi yang diterima BP Batam menunjukkan adanya anggota konsorsium yang dinilai belum cukup cakap dalam menjalankan peran pengelolaan proyek. Kondisi ini, kata Amsakar, menjadi perhatian serius agar proyek tidak terbengkalai.
“Hang Nadim ini adalah pintu gerbang utama Batam dan Kepri. Pengembangannya harus profesional, agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya. (*)
Reporter: Aziz Maulana



