
batampos – Seluruh pengguna biosolar subsidi menggunakan ‘Fuel Card” di Kota Batam akan kembali didata ulang mulai hari ini, Rabu (2/3/2022). Registrasi ulang bisa dilakukan secara online melalui website atau datang langsung ke 10 SPBU yang ditunjuk untuk registrasi.
Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, langkah registrasi ulang pemilik Fuel Card di Batam berdasarkan hasil rapat bersama Pertamina, Hiswana Migas dan BRI.
Rapat yang digelar di Kantor Disperindag Kota Batam itu merupakan tindak lanjut dari hasil sidak Disperindag minggu lalu.
Yang mana, pihaknya mendapati 2 SPBU menyalahi aturan dari pengisian solar subsidi, serta indikasi banyaknya kartu yang digunakan tidak sesuai dengan nomor kendaraan.
“Jadi mulai besok (hari ini, red) dilakukan registrasi ulang untuk pengguna solar subsidi menggunakan Fuel Card. Langkah ini kami ambil, untuk menindak tegas adanya pelanggaran aturan dan permainan di lapangan atas solar subsidi ini,” ujar Gustian Riau.
Menurut dia, registrasi ulang bisa dilakukan secara online dan offline. Secara online bisa langsung ke alamat website https://fuelcard.retaildiv.com.
Sedangkan secara offline bisa dilakukan di 10 SPBU, diantaranya:
1 . 14294718 Raja Isa
2. 14294720 Batu aji
3. 14294722 Tiban
4. 14294730 Bengkong
5. 14294704 Seraya
6. 14294727 Plamo
7. 14294716 Kabil
8. 14294734 Bandara
9. 14294726 Tanjung uncang
10. 14294737 Piayu
“Untuk registrasi ulang di SPBU bisa dilakukan antara pukul 08.00 sampai 15.00 WIB, mulai besok (hari ini, red), setiap hari kerja selama 9 hari. Selain SPBU bisa juga ke Disperindag. Jika ada permasalahaan saat tegistrasi ulang, kami juga menyediakan ruang konsultasi juga, ” kata Gustian.
Dikatakan Gustian, syarat untuk pendaftatan ulang masih sama dengan yang lama, yakni data diri, foto STNK + Pajak aktif, foto mobil samping dan depan, serta buku KIR yang masih aktif. Begitu juga kuota perhari masih 30 liter untuk satu kendaraan atau Fuel Card. Sedangkan untuk tahun kendaraan tak ada batasaan.
“Untuk kartu yang lama akan aktif hingga akhir Maret. Dan pada awal April akan ada pemblokiran dan penarikan kartu lama. Jadi yang berlaku kartu baru, kartu lama sudah non aktif,” tegas Gustian.
Masih kata Gustian, pihaknya bersama Pertamina juga telah menyiapkan sanksi bagi pihaknya yang tidak mengikuti aturan. Bagi pemilik Fuel Card, akan dicabut izin kartunya.
Sedangkan bagi SPBU akan dilakukan penyegelan secara menyeluruh. Bahkan, jika masih melanggar, akan ada pemberhentiaan menyaluran bbm dari depot untuk semua jenis bbm.
“Jadi memang sanksi yang kami berikan agak keras demi penyaluran solar subsidi tepat sasaran. Sehingga tak ada penyelewengan kedepannya,” tegaa Gustian.
Terkait dua nozzel atau kran solar di 2 SPBU yang sempat disegel, menurut Gustian masih belum dibuka. Hal itu dikarenakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan, sehingga tak menutup kemungkinan jika ditemui kesalahan fatal, bisa dibawa ke jalur hukum.
“Masih dilakukan pemeriksaan, yang diperiksa SPBU,” imbuh Gustian.
Ditempat yang sama, Sales Area Manager Retail Pertamina Kepri, Fachrizal Imaduddin mengapresiasi langkah Disperindag untuk memverifikasi lagi pengguna Fuel Card. Apalagi upaya itu dilakukan guna mengamankan penyaluran bio solar subsidi.
“Upaya Pemerintah Kota Batam, khususnya Disperindag dalam mengamankan bbm subsidi di Kota Batam sangat baik. Fuel Card di Kota Batam benar-benar menjamin peruntukan solar subsidi. Langkah registrasi ulang dan penyegelan karena tidak sesuai aturan kami sambut baik,” jelas Pejabat pertamina yang akrab disapa Ical ini.
Menurut dia, registrasi ulang Fuel Card adalah langkah terbaik untuk menyelamatkan penyaluran biosolar subsidi sesuai peruntukan. Hal itu dibuktikan selama dua tahun terakhir jika kuota untuk Batam selalu berlebih. Sehingga untuk kuota tahun 2022 ada pengurangan sebanyak 5 persen dibanding kuota tahun 2022.
“Registrasi ulang ini kami tegaskan sangat mudah. Apalagi semua syarat lengkap,” terangnya.
Kepala Cabang BRI Kota Batam, Sumeslian mengatakan pihaknya sudah menyiapkan kartu ‘Fuel Card” untuk registrasi ulang. Bahkan jika ada penambahan kuota, pihak BRI juga sudah siap.
“Kami sudah siapkan kartu baru untuk menganti 6300 Fuel Card lama. Apabila ada penambahan dari kuota yang lama, kami juga siap,” ujar Sumeslian di tempat yang sama.
Menurut dia, selama ini pengguna Fuel Card dilapangan berjalan lancar. Pihaknya juga tak menemukan informasi adanya kendala berat saat mengisi solar menggunakan Fuel Card.
“Jika memang ada yang sulit terbaca, kemungkinan barcodenya sudah pudar. Karena itu diminta untuk melakukan pergantian kartu rusak dan lain-lain,” pungkasnya.
Reporter: Yashinta



