
batampos – Pengungsi Afghanistan yang ada di Batam kembali menggelar aksi demonstrasi. Masih menyuarakan hal yang sama, puluhan imigran ini meminta segera dikirim ke negara ketiga.
Aksi digelar di depan Perumahan Royal Grande, Jalan Blk. E No.5, Kelurahan Teluk Tering, Batamcenter atau Kantor Internasional Organization of Imigration (IOM), Kamis (6/1).
Salah seorang pengungsi Ali Akbar mendesak IOM untuk bertanggung jawab atas nasib mereka saat ini. Sudah 10 tahun ia dan imigran lainnya berada di Batam tanpa kepastian. Hidup dengan keterbatasan, membuatnya depresi.
Pihaknya ingin bertemu dengan perwakilan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) di Kota Batam.
“Kami ingin kejelasan atas nasib kami. Jangan biarkan kami terus begini. Kami juga ingin hidup yang lebih baik. Ini sudah aksi kami yang kesekian kali namun tidak ada juga respon dari mereka,” ujarnya.
Pihaknya meminta UNHCR bertanggungjawab atas nasib mereka. Ada beberapa negara ketiga yang sudah siap menampung pengungsi, namun kenapa untuk di Indonesia tidak ada respon.
“Kami tidak harus ke Australia. Intinya kami minta dikirim ke negara ketiga segera,negara yang bisa menerima pengungsi Afghanistan seperti kami,” terangnya.
Dalam aksi ini, apabila pihak IOM tidak menemui mereka, pengungsi memilih untuk meninggalkan tempat tinggalnya. Dan hidup dijalan atau di tempat-tempat umum.
“Kami tak peduli lagi dengan bantuan UNHCR. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa kami akan tinggal di jalanan. Kami butuh hidup layak. Apalagi sudah 10 tahun luntang lantung di negara Indonesia,” tuturnya.
Ia menambahkan ada sebanyak 500 pengungsi Afghanistan di Kota Batam sudah 10 tahun. Ironisnya mulai dari tahun 2017 hingga 2022, baru 2 orang yang dikirim ke negara ketiga.
“Mereka dikirim ke Amerika. Berapa lama lagi kami harus menunggu,” ujar Ali. (*)
Reporter : YULITAVIA



