Sabtu, 28 Februari 2026

Pengurus Pemuda Hidayatullah ajak Kaum Muda Kepri Hatinya Terpaut Dengan Masjid

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – Salah satu golongan pemuda yang disukai oleh Allah SWT adalah pemuda yang memakmurkan masjid. Masjid sendiri menjadi salah satu tempat yang sangat spesial dalam agama Islam, selain tempat beribadah masjid sebenarnya menjadi pusat peradaban bagi umat Islam, apalagi di masa Nabi dan khilafah.

Sebagai pemuda memang sudah seharusnya menjadi pemuda yang memakmurkan masjid, dengan fisik yang masih kuat dan pikiran yang masih baik tentu bisa membuat warna lain bagi masjid jika dikelola oleh anak-anak muda.

Bahwa ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan dari Allah SWT salah satunya adalah pemuda yang memakmurkan masjid.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ … وَشَابٌّ نَشَأَ فِى عِبَادَةِ رَبِّهِ

Artinya: “Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: …Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah …”

Dari hadits diatas dapat kita ketahui bersama bagaimana Allah SWT memperhatikan secara khusus bagi pemuda yang mau memakmurkan masjid sekaligus menjelaskan keutamaan besar yang akan diperoleh oleh seorang pemuda yang mau mendedikasikan waktu dan juga pikirannya untuk kemakmuran masjid.

Selain itu dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga pernah bersabda.

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَعْجَبُ مِنَ الشَّابِّ لَيْسَتْ لَهُ صَبْوَةٌ

Artinya: “Sesungguhnya Allah Ta’ala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memiliki shabwah”

Dari hadits tersebut dapat kita pahami bahwa Allah SWT kagum pada pemuda-pemuda yang mampu mengalahkan hawa nafsunya dan membiasakan diri untuk melakukan kebaikan salah satunya adalah dengan memakmurkan masjid.

Jadi dari dua hadits tentang pemuda yang memakmurkan masjid di atas kita tahu bagaimana keutamaannya. Setelah mengetahui hal tersebut semoga semakin banyak pemuda-pemuda yang memakmurkan masjid.

Pemuda Hidayatullah Kepri mengajak muhsinin wujudkan fasilitas dan program masjid menjadi daya tarik bernaungnya para Pemuda

Inovasi pengelolaan masjid untuk membuat program yang cozy sangat diperlukan. Banyak hal yang menyebabkan peran masjid semakin tergerus, salah satunya adalah pasifnya upaya dewan kepengurusan masjid (DKM) untuk mengajak generasi muda mencintai masjid.

Tantangannya juga pada pengelolaan fasilitas dan program kurang maksimal, bisa jadi karena kurangnya kas masjid atau manajemen pengelolaan kas tersebut yang kurang optimal dan tidak tepat sasaran.

Awal 2019 kami sengaja mengunjungi sebuah masjid dan dapat kita belajar pengelolaan Masjid Jogokariyan, berawal dari sebuah langgar kecil di Kampung Pinggiran Selatan Yogyakarta, Masjid Jogokariyan terus berusaha membangun Ummat dan Mensejahterakan Masyarakat.

Logo Masjid Jogokariyan terdiri dari tiga bahasa. Arab, Indonesia, dan Jawa. Ini adalah wujud dari semangat pengelola, untuk menjadi Muslim yang shalih seutuhnya tanpa kehilangan akar budaya.

Ada beberapa program yang dapat dicontoh di Masjid Jogokariyan, diantaranya manajemen masjid yang modern, kajian pekanan, suffah (tempat menginap) syar’i dan ekonomis.

Program unggulannya diantaranya: 1) Peta Dakwah yaitu memilik peta dakwah, wilayah kerja dan data jama’ah yang terdata, infaq nol rupiah semangat segera menyalurkan amanah infaq dari jamaah kembai ke jamaah lagi dalam bentuk pelayanan beribadah yang nyaman. 2) Shadaqah ATM beras adalah Jamaah masjid bersama-sama mengumpulkan beras untuk dishodaqahkan kepada yang membutuhkan ke kotak beras. Disalurkan melalui kotak ATM beras. 3) Menshalatkan Orang Hidup yaitu memberikan pelatihan sholat kepada warga yang belum bisa sholat, sehingga tidak malu lagi untuk pergi ke masjid untuk sholat berjamaah. 4) Kampoeng Ramadhan mengajak seluruh warga jogokariyan bersama-sama memeriahkan bulan ramadhan dengan berbagai kegiatan yang bersifat event besar, dan 5) Gerakan Jama’ah Mandiri dan ini menaikkan infak pekanan Masjid Jogokariyan hingga 400%. Sebab, ternyata, orang malu jika Ibadah saja disubsidi.

Lebih dekat di Kepulauan Riau tepatnya masjid yang sering kami kunjungi yaitu Masjid Jabal Arafah yang dicita-citakan sebagai masjid yang makmur dan menyejahterakan umat. dengan misi yaitu pusat ibadah & dakwah, pusat pendidikan & pembinaan umat, pusat pemberdayaan umat & sosial, pusat bisnis & wisata religi dan smart masjid berbasis teknologi & informasi digital.

Pengurus Wilayah Pemuda Hidayatullah Kepulauan Riau pun telah melakukan silaturahim ke beberapa Masjid di Kota Batam untuk bekerjasama dalam pengelolaan yang lebih modern dan menyenangkan bagi kaum muda serta seluruh jama’ah diantaranya Masjid Agung Hidayatullah Batam yang berdomisili di Kelurahan Kibing, Masjid Ar-Riyadh & Masjid Abdullah Said keduanya berada di Kelurahan Tanjung Uncang, serta beberapa masjid lainnya yang masih dalam proses kerjasama baik ini.

Harapan inilah yang mendorong Pemuda Hidayatullah serta mengajak para muhsinin wujudkan masjid yang menjadikan hati para kaum muda terpaut dan dekat dengan masjid. Semoga Allah SWT selalu meridhai langkah dan program mulia ini. Wallahualam bishawab.(*)

Penulis: Mahdi Muntadzor (Ketua PW Pemuda Hidayatullah Kepri)

SALAM RAMADAN