Senin, 16 Februari 2026

Peningkatan Kinerja Ekonomi Hampir di Seluruh Lapangan Usaha, Ekonomi Batam Tumbuh 6,84 Persen

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Restoran ramai pengunjung memberikan dampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi Batam.

batampos – Perekonomian Kota Batam pada tahun 2022 tumbuh sebesar 6,84 persen dibandingkan dengan tahun 2021 (y-on-y). Kepala BPS Batam Agus Kardayanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Batam ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Kepri yang mencapai 5,09 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,31 persen.

“Laju pertumbuhan tertinggi di tahun 2022 terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang sebesar 48,78 persen. Kemudian transportasi dan pergudangan sebesar 46,64 persen dan jasa lainnya 23,84 persen,” ujar Agus.

Menurutnya, pada tahun 2021 dan 2022 ekonomi Kota Batam tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan Provinsi Kepri dan Nasional. Hal tersebut dikarenakan kondisi di Batam yang mulai pulih dari pandemi Covid-19.


Baca Juga: BPS Catat Ekonomi Kepri Tumbuh 5,04 Persen pada Triwulan II 2023

Peningkatan kinerja ekonomi hampir di seluruh lapangan usaha. Laju pertumbuhan ekonomi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum serta transportasi dan pergudangan yang tinggi dikarenakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) telah ditiadakan di Kota Batam.

Dengan dibukanya pintu keluar masuk domestik dan internasional memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan nilai tambah dari penyediaan akomodasi dan makan minum seperti hotel, penginapan, dan restoran.

Baca Juga: Operator Tangkis Isu Kenaikan Harga Tiket Ferry Batam Singapura

Selain itu, kegiatan perusahaan atau instansi seperti pelatihan atau training tenaga kerja dan kegiatan lain seperti resepsi pernikahan sudah diperbolehkan dilaksanakan di hotel juga menjadi penyebab meningkatnya laju pertumbuhan di Batam.

“Pertumbuhan lapangan usaha pengadaan listrik dan gas di Kota Batam juga meningkat cukup signifikan yaitu sebesar 15,88 persen, salah satunya yaitu dikarenakan adanya perumahan baru yang memasang listrik, adanya ruko dan tempat perbelanjaan yang mulai aktif kembali pada tahun 2022,” terang Agus. (*)

 

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update