
batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menargetkan pemulihan ekonomi bisa berjalan lebih baik tahun ini. Dibukanya pintu masuk bagi wisatawan mancanegara (Wisman) diharapkan bisa menjadi pendorong pulihnya sektor ekonomi hingga pelaku UMKM.
“Sekarang sudah mulai, walaupun belum banyak seperti dua tahun lalu. Akhir pekan kapal yang masuk ke Batam sudah ada peningkatan,” sebutnya, Minggu (3/7).
Ia menyebutkan, perlahan sektor ekonomi juga turut terdampak dengan kenaikan angka kunjungan ke Batam. Usaha yang dulu mati suri, sekarang sudah mulai berkembang. Terutama pelaku usaha di sektor wisata.
Selama dua tahun lalu, usaha yang ada di bandara mati suri semua. Sekarang jika dilihat sudah mulai aktif kembali. Pusat perbelanjaan yang sepi, sudah mulai ramai, hotel yang tingkat huniannya rendah, secara perlahan mulai naik.
Begitu juga dengan restoran yang sudah kembali ramai, hal ini terbukti dari segi pendapatan daerah, pajak restoran merupakan yang paling tinggi dibanding yang lainnya.
Untuk sektor lainnya, Rudi mengatakan masih Berproses. Terutama pelaku usaha UMKM, saat ini angka kunjungan belum normal, sehingga jumlah wisman yang masuk juga masih fluktuatif. Sembari menunggu normalnya angka kunjungan, pelaku usaha kreatif bisa mempersiapkan diri. Misalnya menyiapkan kerajinan tangan, makanan, dan lainnya yang bisa menarik wisman untuk membeli.
“Karena ini kan masih berproses semua. Ekonomi yang kita harapkan bisa normal masih belum sampai saat ini. Namun begitu, jika dibandingkan dengan dua tahun lalu, tentu ini yang terbaik,” ujarnya.
Pemerintah daerah lanjutnya, masih berupaya memulihkan keadaan. Sektor wisata yang merupakan menjadi penyumbang sebanyak 24 persen untuk PAD didorong untuk terus menuju ke arah yang positif.
“Saya rasa tidak hanya Batam, bahkan Bali pun mungkin merasakan hal yang sama. Untuk hal yang bisa saya lalukan saat ini adalah menjaga kondisi Batam kondusif, sehingga bisa menjadi jaminan keamanan bagi wisman berkunjung,” terang Rudi.
Tidak saja itu, normalnya sektor wisata akan memberikan peluang kerja bagi warga Batam. Sehingga angka pengangguran bisa ditekan, dan tentu akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Kalau hal ini terjadi, tentu efeknya bisa kemana-mana. Jadi menyeluruh ekonomi akan bangkit. Jadi tinggal tunggu waktu saja semua akan pulih,” imbuh Kepala BP Batam ini.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan angka kunjungan wisman ke Batam bisa tembus 1-1.3 juta hingga akhirnya tahun ini. Begitu juga untuk wisatawan nusantara (Wisnus). Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah sudah memperlihatkan hasil yang cukup baik.
Kendati demikian, jika untuk mengembalikan masa kejayaan seperti di Tahun 2019 lalu, tentu membutuhkan upaya yang lebih dari sekarang ini. Pelaku wisata menurutnya, sudah berjuang sejak tahun lalu. Berbagai upaya dilakukan agar ada kunjungan, walaupun hanya jalur bisnis, dan pemerintah.
“Hasilnya hanya 300 orang yang masuk. Tentu tahun ini tidak begitu, diharapkan jauh lebih baik tentunya. Maka dari itu, penting sekali rasanya agar Batam ini aman, dah terkendali,” ujarnya.
Beberapa daerah kembali mengalami kenaikan kasus, tentu diharapkan di Batam tidak terjadi. Untuk itu, pihaknya selalu mengontrol pergerakan kasus melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam.
Wabah Covid-19 lanjutnya memang belum berakhir, namun tugas semua pihak adalah mengendalikan penyebaran. Tren positif yang sudah berhasil dicapai, diharapkan bisa dipertahankan.
“Kalau Batam aman, saya rasa tidak ada keraguan wisman berkunjung. Jadi mari kita sambut era normal yang sudah di depan mata ini,” ucap Amsakar. (*)
Reporter : YULITAVIA



